Ilustrasi penyaluran sapi kurban. (Dok. Gemini Ai)
INDOZONE.ID - Perayaan Idul Adha tahun ini menandai sebuah langkah besar dalam komitmen kemanusiaan dan pemerataan sosial yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Lebih dari sekadar ritual ibadah tahunan, penyaluran bantuan kurban kali ini bertransformasi menjadi sebuah operasi logistik pangan berskala nasional yang dirancang secara presisi.
Dengan total 985 ekor sapi yang tersebar dari ujung Aceh hingga pelosok Papua, pemerintah tidak hanya menunjukkan simbol ketaatan spiritual, tetapi juga transparansi nyata dalam memastikan bahwa bantuan negara hadir langsung di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.
Di balik angka yang fantastis tersebut, tersimpan dedikasi luar biasa dari para peternak lokal dan sistem distribusi yang ketat demi memastikan keadilan protein bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca juga: Polisi Bongkar Komplotan Pencuri Ternak di Kupang, Sapi Ditembak lalu Dipotong
Di balik angka-angka tersebut, ada cerita haru dari para peternak lokal. Salah satu primadona kurban tahun ini adalah "Sitatang", seekor sapi raksasa seberat 1,3 ton.
Bagi peternak lokal, terpilihnya hewan ternak mereka oleh Tim Kepresidenan adalah "gelar kehormatan" tertinggi.
"Rasanya seperti memenangkan kompetisi nasional. Perawatannya ekstra, mandinya dijaga, makanannya pilihan. Ketika terpilih untuk kurban Presiden, rasa lelah bertahun-tahun langsung hilang," ungkap salah satu peternak.
Presiden tidak bermain-main dengan kualitas. Sapi-sapi yang dipilih didominasi oleh ras unggulan seperti Limosin dan Simental yang dikenal memiliki persentase karkas (daging) yang tinggi.
Baca juga: Dua Sapi Kurban Raksasa Milik Peternak Boyolali ini Dibeli Wamen Sudaryono dan Keluarga Jokowi
Agar bantuan tidak hanya menumpuk di pusat, distribusi 985 ekor sapi ini dipetakan secara presisi menggunakan koordinasi lintas wilayah yang melibatkan pemerintah daerah.
Penyaluran ini mencakup seluruh 38 provinsi di Indonesia, termasuk wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.
Fokus distribusi diarahkan pada titik-titik krusial seperti Masjid Agung di tiap ibu kota provinsi, pesantren-pesantren di wilayah terluar, hingga pemukiman padat penduduk yang jarang tersentuh bantuan kurban skala besar.
Target utamanya adalah memastikan masyarakat berpenghasilan rendah dan wilayah dengan angka stunting tinggi mendapatkan asupan protein hewani yang berkualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan