Tragedi Bintaro (1987), salah satu tragedi Kereta Api Terparah di Indonesia (X/@fajarnugros)
INDOZONE.ID - Tragedi kereta api terparah di Indonesia menjadi bagian kelam dalam perjalanan sejarah transportasi nasional yang tak bisa dilupakan begitu saja.
Sejumlah kecelakaan kereta api tak hanya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, tetapi juga kerusakan parah pada rangkaian keretanya.
Lalu, apa saja tragedi kereta api terparah di Indonesia yang pernah terjadi dan bagaimana kronologinya? Berikut ulasannya.
Tragedi kecelakaan kereta api di Padang Panjang pada 1944 tercatat sebagai salah satu insiden paling mematikan dalam sejarah transportasi Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada 22 Desember 1944 di kawasan Singgalang Kariang, dekat Padang Panjang, Sumatra Barat.
Kecelakaan bermula ketika sistem pengereman kereta dilaporkan tidak berfungsi dengan baik. Kondisi tersebut membuat lokomotif kehilangan kendali saat melintasi jalur, hingga akhirnya tergelincir dan keluar dari rel. Situasi semakin buruk karena medan yang dilalui cukup ekstrem, sehingga memperparah dampak kecelakaan.
Akibat insiden ini, sekitar 200 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka. Banyak korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat kerasnya benturan.
Kemudian, tiga bulan berikutnya, tragedi serupa kembali terjadi di jalur yang tidak jauh dari lokasi pertama, tepatnya di kawasan Gantiang dan Aia Angek. Kecelakaan kedua ini diduga dipicu oleh jembatan yang putus, yang menyebabkan rangkaian kereta kembali mengalami kecelakaan fatal.
Besarnya jumlah korban dari dua kecelakaan tersebut membuat proses pemakaman dilakukan secara massal. Para korban dari kecelakaan pertama dan kedua dimakamkan dalam liang besar dengan kedalaman sekitar lima meter.
Insiden Padang Panjang 1944 tak bisa dilepaskan dari kondisi infrastruktur saat itu yang belum memadai, ditambah minimnya perawatan lokomotif di tengah situasi masa pendudukan Jepang. Faktor-faktor tersebut diyakini turut memperbesar risiko terjadinya kecelakaan ini.
Baca juga: Update Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Bertambah Menjadi 7 Orang
Tragedi Bintaro 1987 dikenang sebagai kecelakaan kereta api paling parah dalam sejarah Indonesia, baik dari sisi kerusakan maupun jumlah korban.
Insiden ini terjadi pada 19 Oktober 1987 di sekitar Stasiun Sudimara, Bintaro, dengan melibatkan dua kereta penumpang yang sama-sama sedang dipenuhi oleh desakan penumpang.
Insiden bermula saat KA 255 jurusan Rangkasbitung-Jakarta berangkat dengan membawa ratusan penumpang, bahkan banyak di antaranya duduk di atap gerbong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan