Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 21 JUNI 2026 • 06:45 WIB

Wabah Ebola di Kongo Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut Penyebarannya Sangat Cepat

Wabah Ebola di Kongo Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut Penyebarannya Sangat CepatPetugas Palang Merah bersiap memakamkan Vanisa Anifa, bayi perempuan yatim piatu berusia 6 bulan yang meninggal akibat Ebola, di Pemakaman Bigo, Bunia, Kongo, pada Jumat, 19 Juni 2026. (Reuters/Dado Ruvic)

INDOZONE.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa wabah Ebola yang sedang melanda Republik Demokratik Kongo (DRC) berkembang dengan sangat cepat. 

Meski upaya penanganan terus ditingkatkan, penyebaran virus mematikan tersebut masih menjadi ancaman serius, terutama di wilayah timur laut negara itu.

Sejak wabah diumumkan secara resmi pada 15 Mei 2026, jumlah kasus terus meningkat. WHO mencatat hingga kini terdapat 896 kasus Ebola yang telah terkonfirmasi, dengan 232 kematian. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir saja, tercatat 21 kasus baru.

Menurut WHO, wabah ini sebenarnya telah menyebar selama beberapa waktu sebelum akhirnya terdeteksi dan diumumkan kepada publik.

Baca juga: Thailand Terapkan Karantina 21 Hari bagi Pelancong dari Kongo dan Uganda Akibat Wabah Ebola

Varian Langka Ebola Jadi Tantangan Besar

Wabah kali ini disebabkan oleh strain Bundibugyo, salah satu varian Ebola yang tergolong langka. Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus yang secara efektif menargetkan strain tersebut.

Marie-Roseline Belizaire, Kepala Darurat WHO untuk kawasan Afrika, mengatakan situasi wabah masih sangat serius dan berkembang dengan cepat dari hari ke hari.

Meski demikian, ia mengapresiasi peningkatan kapasitas respons yang dilakukan berbagai pihak. Menurutnya, tim kesehatan di lapangan terus memperkuat upaya pengendalian agar laju penyebaran virus dapat ditekan.

Baca juga: Wabah Campak di Bangladesh Tewaskan Lebih dari 500 Anak, Rumah Sakit Kewalahan

Provinsi Ituri Jadi Pusat Penyebaran

Lebih dari 90 persen kasus yang diketahui berasal dari Provinsi Ituri, wilayah yang selama ini juga menghadapi berbagai konflik bersenjata. Kota Bunia, ibu kota Ituri, menjadi pusat utama penanganan wabah.

Selain Ituri, penyebaran Ebola juga telah menjangkau Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan. Kondisi keamanan yang tidak stabil di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang menyulitkan upaya penanganan penyakit tersebut.

Virus Ebola diketahui dapat menular melalui kontak erat dengan penderita maupun cairan tubuh yang terinfeksi. Karena itu, pelacakan kontak dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menghentikan rantai penularan.

Kapasitas Penanganan Meningkat Signifikan

WHO menyebut berbagai fasilitas kesehatan telah meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi lonjakan pasien. Jika sebelumnya tidak tersedia tempat tidur khusus untuk penderita Ebola, kini kapasitasnya telah bertambah menjadi lebih dari 500 tempat tidur.

Selain itu, tim pengawasan epidemiologi kini mampu menangani hampir 400 laporan dugaan kasus setiap hari. Kapasitas pemeriksaan laboratorium juga meningkat hingga lebih dari 2.000 tes per hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wabah Ebola di Kongo Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut Penyebarannya Sangat Cepat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!