INDOZONE.ID - Operasi besar-besaran untuk mengevakuasi penumpang kapal pesiar yang terdampak wabah hantavirus di Kepulauan Canary, Spanyol, hampir selesai dilakukan.
Sebanyak 94 orang dari berbagai negara telah diterbangkan kembali ke negara asal mereka setelah menjalani proses pemeriksaan kesehatan ketat.
Kapal pesiar MV Hondius sebelumnya menjadi perhatian dunia setelah muncul kasus hantavirus yang menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia.
Korban terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman. Selain itu, beberapa penumpang lainnya juga dilaporkan jatuh sakit akibat virus langka tersebut.
Baca juga: Heboh Hantavirus Lebih Mematikan dari Corona? Ini Faktanya!
MV Hondius berlayar dari Argentina pada April lalu untuk melakukan perjalanan melintasi Samudra Atlantik menuju Cape Verde. Namun di tengah perjalanan, sejumlah penumpang menunjukkan gejala infeksi hantavirus.
Penyakit ini umumnya menyebar melalui hewan pengerat, terutama tikus. Hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk hantavirus.
Meski demikian, otoritas kesehatan internasional menegaskan risiko penyebaran global masih tergolong rendah dan situasinya berbeda dengan pandemi COVID-19.
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengatakan proses evakuasi berlangsung sangat intens sepanjang hari. Para penumpang dievakuasi dari kapal menggunakan perahu kecil menuju Pelabuhan Granadilla di Tenerife sebelum dibawa ke bandara menggunakan bus militer khusus.
Baca juga: Di Tengah Wabah Corona, Pria di Tiongkok Meninggal karena Hantavirus
Dalam proses pemindahan, para penumpang terlihat mengenakan pakaian pelindung medis berwarna biru. Setelah tiba di bandara, mereka kembali mengganti perlengkapan pelindung sebelum menaiki pesawat repatriasi.
Salah satu penumpang asal Prancis, Roland Seitre, mengaku seluruh proses berjalan lancar. Ia menyebut para petugas sangat membantu selama proses evakuasi berlangsung.
Penerbangan pemulangan telah dilakukan ke sejumlah negara seperti Belanda, Kanada, Turki, Inggris, Irlandia, hingga Amerika Serikat. Sementara itu, penerbangan terakhir menuju Australia dan Belanda dijadwalkan berlangsung pada Senin sore waktu setempat.
Pemerintah Kepulauan Canary menargetkan seluruh proses evakuasi selesai sebelum Senin karena kondisi cuaca diperkirakan memburuk. Cuaca buruk dikhawatirkan dapat memaksa kapal segera meninggalkan wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com