Polisi mengamankan pelaku pembacokan yang membunuh seorang remaja. (Dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Duel maut antara remaja terjadi di Cilincing, Jakarta Utara, karena saling ejak di media sosial (medsos). Satu orang tewas, sedangkan lainnya ditangkap oleh pihak kepolisian.
Peristiwa ini bermula saat kedua remaja saling ejek di media sosial. Untuk melampiaskan kekesalan, mereka berjanjian untuk bertemu hingga duel terjadi.
Pada Jumat 19 Juni 2026, sekira pukul 00.15 WIB, Jalan Kalibaru Timur II RT 001 RW 003, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menjadi lokasi terakhir WS (16) bisa bernapas dengan nyaman usai berduel dengan IPS (14).
WS yang merupakan seorang pelajar kelas VIII, mengalami luka bacok pada bagian pangkal paha kiri. Meski sempat dibawa ke RSUD Cilincing oleh rekan-rekannya, korban meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Baca juga: 18 Remaja Bekasi Diamankan Brimob saat Mau Tawuran Bawa Bom Molotov
Mendapat informasi demikian, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pelaku ditangkap di kawasan Kalibaru, Cilincing, dalam waktu singkat.
"Kami bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kejadian. Alhamdulillah, pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut," kata Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Dubasri, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain berupa satu bilah celurit beserta sarungnya, jaket warna hijau, celana panjang hitam, serta rekaman video yang memperlihatkan aksi pembacokan terhadap korban.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Cilincing untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa guna melengkapi proses penyidikan.
"Saat ini, proses penyidikan masih terus dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Kapolsek.
Polisi mengimbau kepada para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
"Kami mengajak seluruh orang tua, pihak sekolah, tokoh masyarakat dan lingkungan sekitar untuk bersama-sama melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak. Jangan sampai perselisihan yang bermula dari media sosial berujung pada tindak kekerasan yang merenggut nyawa," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan