Ilustrasi ayam dan virus flu burung. (photo/Pexels/Quang Nguyen Vinh)
INDOZONE.ID - Harga telur di Belanda dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini dipicu oleh wabah flu burung (avian influenza) yang kembali menyerang sejumlah wilayah peternakan unggas di negara tersebut.
Dilansir melalui NL Times pada Rabu (1/4/2026) lonjakan harga terjadi karena produksi telur terganggu setelah sejumlah peternakan terdampak wabah.
Untuk mencegah penyebaran virus, otoritas setempat dan peternak harus melakukan langkah pengendalian, termasuk pembatasan distribusi unggas serta pemusnahan ayam yang terinfeksi.
Akibatnya, pasokan telur di pasar menjadi lebih terbatas sementara permintaan konsumen tetap tinggi.
Baca juga: Perebutan Kursi Senat AS Memanas: Strategi Schumer Ditolak Kader Sendiri, Partai Demokrat Terpecah
Salah satu wilayah yang terdampak adalah Noord-Limburg, daerah dengan kepadatan peternakan ayam petelur yang tinggi di Belanda.
Wabah flu burung di kawasan ini menyebabkan gangguan produksi telur sehingga memicu kenaikan harga di sejumlah supermarket.
Data pemantauan menurut laporan NL Times harga di supermarket menunjukkan adanya kenaikan pada beberapa produk telur.
Misalnya, harga 20 butir telur kandang di supermarket Albert Heijn naik dari sekitar €6,29 menjadi €6,49.
Sementara, harga 10 telur ayam kampung di supermarket Jumbo meningkat dari €4,49 menjadi €4,79.
Gangguan pasokan ini terjadi karena supermarket biasanya hanya menyimpan stok yang terbatas. Ketika produksi sedikit terganggu, dampaknya bisa langsung terasa di pasar.
Baca juga: Israel Serang Pabrik Desalinasi Iran, Donald Trump Marah
Secara keseluruhan, harga telur di Belanda bahkan tercatat mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nltimes.nl, Dutchnews.nl