INDOZONE.ID - Hujan deras yang mengguyur Hong Kong memaksa pemerintah setempat mengaktifkan peringatan cuaca tertinggi pada Kamis (18/6/2026). Kondisi ini menyebabkan sekolah ditutup dan sebagian aktivitas bisnis terhenti demi menjaga keselamatan warga.
Otoritas meteorologi mengimbau masyarakat untuk tetap berada di tempat aman karena risiko banjir besar meningkat di berbagai wilayah kota.
Baca juga: Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong Bertambah, Total 168 Orang Tewas
Observatorium Hong Kong mengeluarkan sinyal hujan hitam atau black rain warning pada pukul 12.55 waktu setempat. Status ini merupakan tingkat peringatan hujan tertinggi yang digunakan pemerintah untuk menandakan cuaca ekstrem dengan potensi dampak serius.
Dalam keterangannya, badan cuaca memperkirakan curah hujan lebih dari 70 milimeter per jam masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Warga diminta menghindari perjalanan yang tidak mendesak dan mencari tempat perlindungan yang aman.
Baca juga: China Tegur Media Asing Terkait Peliputan Kebakaran di Hong Kong, Dinilai Putar Balikan Fakta
Ini merupakan kali kedua Hong Kong mengaktifkan sinyal hujan hitam sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, peringatan serupa juga sempat diberlakukan pada 8 Juni lalu akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Frekuensi peringatan yang cukup tinggi menunjukkan kondisi cuaca yang tidak biasa dan meningkatnya intensitas hujan di kawasan itu.
Selama beberapa hari terakhir, Hong Kong bersama sejumlah wilayah di China bagian selatan terus diguyur hujan deras. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas monsun barat daya yang kuat serta keberadaan area tekanan rendah yang bertahan cukup lama.
Kombinasi kedua faktor tersebut menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya hujan lebat secara terus-menerus.
Selain hujan deras, warga juga harus mewaspadai embusan angin kencang. Observatorium mencatat kecepatan angin mencapai sekitar 80 kilometer per jam di kawasan Tai O yang berada di bagian barat daya Hong Kong.
Angin kuat berpotensi menyebabkan gangguan transportasi, kerusakan fasilitas umum, hingga membahayakan aktivitas luar ruangan.
Cuaca buruk ini datang tepat menjelang Festival Perahu Naga yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026). Perayaan tersebut memberikan libur akhir pekan selama tiga hari bagi masyarakat Hong Kong.
Biasanya banyak warga memanfaatkan momen tersebut untuk bepergian, namun kondisi cuaca ekstrem diperkirakan akan memengaruhi rencana perjalanan dan aktivitas wisata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com