INDOZONE.ID - Seorang bocah perempuan asal Australia, meninggal dunia setelah terkena tembakan yang dilepaskan oleh polisi di Pakistan dalam sebuah insiden tragis yang terjadi di Provinsi Punjab.
Peristiwa tersebut memicu perhatian pemerintah Australia, yang meminta dilakukan penyelidikan secara transparan dan menyeluruh.
Menurut keterangan pihak berwenang Pakistan, insiden bermula pada 10 Juni ketika aparat kepolisian merespons laporan perampokan bersenjata. Saat itu, para pelaku diketahui sedang menyandera penumpang sebuah mobil keluarga dengan todongan senjata.
Baca juga: PM Pakistan Kunjungi China di Tengah Bayang-bayang Konflik Iran
Dalam situasi yang berlangsung sangat cepat dan penuh tekanan, polisi terlibat baku tembak dengan para pelaku.
Namun, seorang petugas diduga salah menilai situasi dan mengira para perampok sedang mencoba melarikan diri menggunakan kendaraan korban.
Akibat kesalahan tersebut, petugas melepaskan tembakan yang justru mengenai seorang anak perempuan berusia 10 tahun bernama Hania.
Bocah tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara ayah dan saudara laki-lakinya mengalami luka-luka.
Baca juga: Iran Bantah Ada Rencana Pertemuan dengan AS di Pakistan
Pihak Crime Control Department Kepolisian Punjab mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan penilaian yang berujung pada tragedi. Mereka menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian yang merenggut nyawa seorang anak tak berdosa.
"Kami sangat berduka atas insiden ini. Meskipun personel kami bekerja di lingkungan berisiko tinggi, tidak ada alasan untuk mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan," demikian pernyataan resmi kepolisian.
Setelah menerima laporan dari ayah korban, polisi segera mendaftarkan kasus tersebut sebagai perkara pidana dan menangkap petugas yang diduga bertanggung jawab. Polisi tersebut telah menjalani proses hukum awal dan kini ditahan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Media Australia melaporkan bahwa keluarga korban berasal dari Perth dan sedang berada di Pakistan untuk mengunjungi sanak saudara ketika insiden nahas itu terjadi.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, turut menyampaikan belasungkawa atas kematian bocah tersebut. Ia menegaskan pemerintah Australia mengharapkan adanya penyelidikan yang terbuka dan profesional agar seluruh fakta dapat terungkap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com