INDOZONE.ID - Australia akhirnya mengonfirmasi temuan pertama virus flu burung H5 yang sangat menular di wilayahnya.
Penemuan ini menandai bahwa seluruh benua di dunia kini telah tersentuh penyebaran virus tersebut, yang selama beberapa tahun terakhir memicu kekhawatiran global karena dampaknya terhadap unggas, satwa liar, dan sejumlah mamalia.
Pemerintah Australia mengumumkan bahwa virus H5 terdeteksi pada seekor burung laut migran jenis brown skua yang ditemukan di wilayah terpencil Australia Barat. Temuan tersebut telah dikonfirmasi oleh lembaga sains nasional setempat.
Selain itu, sampel dari seekor burung lain, giant petrel, yang ditemukan sakit di kawasan yang sama juga menunjukkan hasil yang diduga positif. Otoritas kesehatan hewan kini masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi tersebut.
Sebelum temuan ini, Australia menjadi satu-satunya benua yang belum pernah mencatat keberadaan strain H5, virus yang dikenal mampu menyebabkan kematian massal pada populasi unggas dan burung liar di berbagai negara.
Baca juga: Polisi Pakistan Salah Tembak, Bocah Warga Australia Tewas saat Operasi Pengejaran Perampok
Menteri Pertanian Australia, Julie Collins, menyatakan bahwa masuknya virus H5 memang mengecewakan, tetapi bukan sesuatu yang tidak terduga.
Menurutnya, penyebaran global virus tersebut selama beberapa tahun terakhir membuat Australia sadar bahwa status bebas flu burung tidak akan bertahan selamanya.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda kematian massal satwa liar maupun kasus infeksi pada peternakan unggas domestik.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas kesehatan hewan dan sektor pertanian telah menggelar pertemuan darurat guna menyusun respons nasional untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Baca juga: Pria Tewas Diserang Hiu di Great Barrier Reef Australia saat Memancing Ikan dengan Tombak
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut temuan tersebut sebagai perkembangan yang perlu mendapat perhatian serius.
Ia menjelaskan bahwa virus kemungkinan masuk melalui jalur migrasi burung liar, jalur yang juga menjadi penyebab penyebaran penyakit ini di berbagai negara lain.
Pemerintah berkomitmen mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengendalian guna membatasi penyebaran virus sebelum berdampak pada sektor peternakan maupun populasi satwa liar yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com