Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 09 MARET 2026 • 09:20 WIB

Trump Peringatkan Pemimpin Baru Iran Tidak akan Bertahan Tanpa Persetujuan AS

Trump Peringatkan Pemimpin Baru Iran Tidak akan Bertahan Tanpa Persetujuan ASOrang-orang merekam kepulan asap yang naik setelah dilaporkan terjadi serangan terhadap tangki bahan bakar Shahran, di tengah konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, 8 Maret 2026. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) melalui Reuters)

INDOZONE.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki hari kesembilan. Situasi semakin rumit setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.

Di tengah kondisi perang yang masih berlangsung, Iran tengah bersiap mengumumkan sosok pengganti pemimpin tertingginya. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras yang memicu perhatian dunia internasional. 

Ia menegaskan bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama jika tidak mendapatkan persetujuan dari Washington.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari pemerintah Iran yang menegaskan bahwa proses pemilihan pemimpin tertinggi merupakan urusan internal negara dan tidak boleh dicampuri pihak luar.

Baca juga: Trump Ingin Terlibat Saat Penentuan Pemimpin Baru Iran Saat Perang Memanas

Iran Bersiap Mengumumkan Pemimpin Tertinggi Baru

Setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam konflik yang sedang berlangsung, lembaga yang berwenang di Iran, yaitu Majelis Ahli (Assembly of Experts), bergerak cepat untuk menentukan penggantinya.

Tiga anggota lembaga tersebut menyatakan bahwa proses pemungutan suara untuk memilih pemimpin baru sebenarnya sudah selesai dilakukan. 

Namun hingga beberapa jam setelah pernyataan itu disampaikan, nama pengganti Khamenei belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Salah satu anggota Majelis Ahli, Hossein Redaei, menjelaskan bahwa hasil pemungutan suara telah terkumpul. Meski begitu, kondisi perang membuat lembaga tersebut memutuskan untuk tidak menggelar pertemuan terbuka atau pengumuman secara langsung kepada masyarakat.

Situasi keamanan yang tidak stabil menjadi alasan utama mengapa proses tersebut dilakukan secara tertutup. Iran saat ini masih berada dalam kondisi siaga tinggi akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah.

Baca juga: Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Khawatir Pemimpin Baru Lebih Buruk

Spekulasi Pengganti Khamenei

Di tengah ketidakpastian tersebut, muncul spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi pemimpin tertinggi Iran.

Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang kini berusia 56 tahun. Ia dikenal sebagai tokoh konservatif yang memiliki hubungan kuat dengan Garda Revolusi Iran.

Garda Revolusi merupakan salah satu kekuatan militer dan ideologis paling berpengaruh dalam sistem pemerintahan Iran. Kedekatan Mojtaba dengan lembaga tersebut membuat sebagian pihak menilai ia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin berikutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Trump Peringatkan Pemimpin Baru Iran Tidak akan Bertahan Tanpa Persetujuan AS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!