INDOZONE.ID - Konflik di Timur Tengah semakin memanas, setelah serangkaian serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, keinginannya untuk ikut menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Iran berikutnya.
Pernyataan itu muncul setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara pada awal operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Trump juga menolak kemungkinan putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Baca juga: Video Detik-detik Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Dekat Sri Lanka, 87 Tewas
Dalam wawancara dengan Axios, Trump secara tegas mengatakan, Mojtaba Khamenei tidak layak menjadi pemimpin Iran berikutnya.
Ia bahkan menyebutkan, putra pemimpin Iran tersebut sebagai sosok yang tidak cukup kuat.
Trump menyatakan, Amerika Serikat harus memiliki peran dalam menentukan siapa yang akan memimpin Iran setelah konflik berakhir.
Ia membandingkan situasi tersebut dengan kasus di Venezuela, ketika Washington terlibat dalam perubahan kepemimpinan setelah operasi militer, yang menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Menurut Trump, Iran membutuhkan pemimpin baru yang mampu membawa stabilitas dan perdamaian.
Ia juga memperingatkan, konflik dapat terus berlanjut jika Iran tidak dipimpin oleh sosok yang dianggap lebih moderat.
Baca juga: Ini Wajah dan Profil Empat Tentara Pertama AS yang Tewas dalam Perang Melawan Iran
Pernyataan Trump dinilai menunjukkan, Amerika Serikat mungkin tidak berniat menggulingkan sistem pemerintahan Republik Islam Iran secara total.
Sebaliknya, Washington tampaknya membuka peluang bekerja sama dengan tokoh dari dalam sistem Iran selama dianggap dapat membawa stabilitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters