Suasana dalam kamar di Halden Prison Norwegia. (Tiktok/@ballhogarchive)
INDOZONE.ID - Banyak hal yang menarik dari Norwegia bukan hanya sepakbola. Negara Erling Haaland ini punya sesuatu yang jarang dimiliki negara lain, apa itu?
Jika biasanya fasilitas di penjara atau lembaga pemasyarakatan apa adanya bahkan memprihatinkan, hal itu tidak terjadi di Norwegia.
Di negara ini, penjaranya bisa dikatakan seperti hotel. Dimana, penjara bukan hanya sebuah ruangan untuk mengurung pelaku kejahatan melainkan juga dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap.
Dapur dan ruang makan bersama di Halden Prison, Norwegia. (Moma)
Dilansir dari AP News, salah satu penjara yang fasilitas di dalam kamarnya cukup lengkap adalah penjara Halden Prison dan Bastoy Prison.
Baca juga: Mahasiswa Asal Makassar Hilang di Perairan Norwegia, Keluarga Tunggu Bantuan Pemerintah
Fasilitas dalam kamar di dua penjara tersebut disediakan tempat tidur, kamar mandi, meja, lemari, televisi, hingga internet.
Untuk fasilitas di luar kamar dapur serta ruang bersama, perpustakaan, ruang olahraga dan studio musik, sekolah, pelatihan kerja, bengkel, program kesehatan, area hijau dan ruang kunjungan keluarga.
Associated Press melaporkan bahwa akses pendidikan, layanan kesehatan, perpustakaan, kegiatan bermakna, serta hubungan dengan alam merupakan bagian penting dari sistem Norwegia.
Beberapa penjara terbuka juga menawarkan pekerjaan pertanian dan aktivitas di luar ruangan.
Sipir dan penghuni di Halden Prison sedang bermain game. (Reddit)
Alasan utama kenapa penjara di Norwegia dibuat senyaman mungkin karena negara ini menerapkan prinsip yang sering disebut principle of normality.
Artinya, hukuman utama adalah perampasan kebebasan, bukan membuat kehidupan sehari-hari sengaja menjadi kejam atau merendahkan.
Dilansir dari situs Kriminalomsorgen, tujuannya penjara dibuat nyaman agar kehidupan di dalam penjara tidak terlalu jauh dari kehidupan normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AP News, Jurnal Internasional