Ilustrasi perang AS Vs Iran. (Freepik/creativaimages)
INDOZONE.ID - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berlanjut. Baru-baru ini, AS melancarkan serangan udara Provinsi Hormuzgan dan Khuzestan di barat daya Iran pada Selasa (14/7/2026) dini hari.
Menurut laporan, serangan ini sedikitnya menewaskan tiga orang dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Kantor berita Fars melaporkan, serangan udara itu menghantam sejumlah lokasi di Provinsi Hormuzgan, termasuk sebuah fasilitas lingkungan hidup serta gudang penyimpanan pakan ternak di sekitarnya.
Baca juga: Donald Trump: Iran Akan Dihantam 1.000 Rudal jika Coba Membunuh Saya
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Hormuzgan, Masihi Taziani, mengatakan salah seorang aktivis lingkungan yang bekerja di lembaganya selamat dari serangan karena saat itu berada di luar rumah.
Namun, dua putra aktivis tersebut beserta menantunya dilaporkan tewas akibat serangan udara.
Sementara itu, di Provinsi Khuzestan, Wakil Gubernur Bidang Keamanan Valiollah Hayati mengatakan sebagian wilayah Omidiyeh menjadi sasaran serangan sekitar pukul 02.10 waktu setempat.
Mengutip kantor berita pemerintah IRNA, Hayati menyebut berdasarkan laporan awal, sedikitnya empat orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
"Berdasarkan laporan dan hasil penilaian sementara, empat orang mengalami luka-luka dalam serangan ini," kata Hayati.
Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan terhadap Iran pada Senin malam.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut serangan itu menyasar sejumlah fasilitas militer di sepanjang pesisir selatan Iran dengan tujuan "semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang jalur pelayaran komersial."
Baca juga: Trump Sebut Iran Ingin Berdamai dengan Amerika Serikat, Negosiasi Berjalan Positif
Serangan terbaru ini terjadi di tengah kembali meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu