INDOZONE.ID - Kapal Layar Motor (KLM) Armada Mulya alami kecelakaan laut di Selat Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis 16 Juli 2026.
Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Bima Kota, Satpolairud Polres Bima, Basarnas Bima, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Bima, syahbandar, serta instansi terkait lainnya, melakukan evakuasi terhadap para penumpang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Polres Bima Kota, AKBP Mubiarto.
"Evakuasi berhasil dilakukan berkat dukungan tim gabungan dari Satpolairud Polres Bima Kota, kabupaten, Basarnas Bima, KSOP Pelabuhan Laut Bima, dan syahbandar, serta instansi lain yang turut serta membantu," kata Mubiarto, dikutip dari Antara, Jumat (17/7/2026).
Baca juga: Kapal Migran Ilegal Kembali Tenggelam di Malaysia, Kemlu RI Pantau Korban WNI
Kapal nahas ini berlayar dari Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur, NTB, dengan tujuan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun, sebelum sampai tujuan, kapal tersebut mengalami kerusakan karena dihantam gelombang besar dari arah utara.
Kerusakan membuat lambung kiri bagian depan dan belakang kapal, mengalami kerusakan hingga bocor. Air pun mulai masuk sehingga kapal perlahan-lahan tenggelam, sekira pukul 19.00 WITA.
"Gelombang besar dari arah utara menghantam kapal sehingga menyebabkan lambung kiri bagian depan dan belakang mengalami kerusakan serta bocor. Air kemudian masuk ke dalam kapal hingga akhirnya kapal mulai tenggelam," kata nakhoda Muhammad Basir (51), warga Pulau Balobaloang, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Menganalisis situasi yang kian memburuk, nakhoda menginstruksikan seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) untuk memakai jaket pelampung hingga naik ke sekoci penyelamat.
Kejadian ini pun dilaporkan pemilik kapal ke Satuan Polairud Polres Bima Kota. Kemudian, tim gabungan bergerak menuju lokasi untuk menyelamatkan para penumpang.
Baca juga: Basarnas Palu Kerahkan KN SAR Bhisma Cari Kapal Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Taliabu
"Seluruh korban kemudian berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke kapal perintis Amukti Palapa untuk selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Laut Bima," jelas Basir.
Pada pukul 09.30 WITA, seluruh penumpang tiba di Pelabuhan Laut Bima. Selanjutnya, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bima.
Seluruh penumpang dinyatakan selamat, sedangkan satu WNA mengalami luka sehingga dirujuk ke RSUD Bima untuk dapat penanganan medis. Lalu, penumpang lainnya ditempatkan di hotel untuk istirahat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara