INDOZONE.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah serangkaian serangan militer yang melibatkan Washington dan Tel Aviv. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan klaim mengejutkan terkait dampak operasi tersebut.
Dalam pernyataannya kepada media, Trump menyebut puluhan pemimpin Iran tewas, sementara di saat bersamaan ia juga membuka peluang komunikasi dengan jajaran kepemimpinan baru di Teheran.
Situasi ini menandai babak baru dalam konflik panjang kedua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Baca juga: Ini Kata Militer AS soal Klaim Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Dalam wawancara yang disiarkan oleh Fox News pada Minggu (1 Maret), Trump menyatakan bahwa sebanyak 48 pemimpin Iran telah tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Ia menggambarkan operasi tersebut sebagai langkah yang sangat berhasil dan berlangsung cepat.
Menurut Trump, perkembangan situasi di Iran bergerak dengan sangat pesat. Ia menegaskan bahwa hasil serangan tersebut melampaui ekspektasi banyak pihak.
Dalam pernyataannya, ia bahkan menyebut bahwa tidak banyak yang menyangka operasi tersebut bisa menghasilkan dampak sebesar itu dalam waktu singkat.
Trump juga mengaitkan peristiwa ini dengan dinamika hubungan panjang antara Washington dan Teheran yang telah berlangsung selama 47 tahun. Ia menyiratkan bahwa konflik yang selama ini berlarut-larut kini memasuki fase baru yang lebih menentukan.
Baca juga: Majelis Ahli Iran Mulai Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi Pengganti Ali Khamenei
Selain berbicara kepada Fox News, Trump juga memberikan wawancara kepada majalah The Atlantic. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan rencananya untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin baru Iran.
Meski tidak merinci jadwal maupun sosok yang akan diajak berdialog, Trump menegaskan bahwa ia telah menyetujui untuk berbicara. Ia menyebut pihak Iran ingin melakukan komunikasi, dan dirinya pun siap membuka ruang tersebut.
Namun, ia juga menyampaikan nada kritik dengan mengatakan bahwa kesepakatan semestinya bisa dicapai lebih awal.
Menurutnya, kesempatan untuk mencapai perjanjian sudah tersedia sebelumnya, tetapi tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak Iran.
Dalam pernyataannya, Trump menyinggung bahwa sebagian besar tokoh yang sebelumnya terlibat dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat kini sudah tidak ada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters