Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 01 MARET 2026 • 15:30 WIB

Analis Nilai Serangan Trump ke Iran Lebih Untungkan Netanyahu, Bukan AS

Author

Analis Nilai Serangan Trump ke Iran Lebih Untungkan Netanyahu, Bukan ASIlustrasi para pasukan AS. (Sumber: pixabay.com)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja melancarkan serangan besar-besaran ke Iran dengan dalih membawa "kebebasan". Namun langkah ini dinilai banyak pengamat sebagai tindakan yang kontradiktif dan lebih menguntungkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ketimbang kepentingan Amerika sendiri.

Ironisnya serangan ini bertolak belakang dengan pidato Trump saat berkunjung ke Timur Tengah Mei tahun lalu. Saat itu ia mengecam para pendahulunya yang gemar melakukan intervensi di negara yang tidak mereka pahami.

"Pada akhirnya para pembangun bangsa yang disebut-sebut itu justru menghancurkan lebih banyak negara daripada yang mereka bangun," kata Trump kala itu mengkritik kebijakan ala George W Bush.

Namun kurang dari setahun berselang Trump justru melakukan hal serupa. Para analis menilai perang dengan Iran tidak sesuai dengan ideologi politik tujuan kebijakan atau janji kampanye Trump sendiri.

"Ini adalah perang pilihan yang diluncurkan AS atas dorongan Israel," ujar Negar Mortazavi peneliti senior di Center for International Policy Washington DC.

"Israel telah mendorong AS untuk menyerang Iran selama dua dekade dan akhirnya mereka berhasil."

Baca juga: Usai Negaranya Dibombardir oleh Pasukan AS-Israel, Wapres Iran Update Kondisi sang Presiden

Netanyahu dan Narasi Ancaman Iran yang Tak Pernah Usai

Netanyahu sendiri punya sejarah panjang dalam membangun narasi ancaman Iran. Ia dikenal gencar mempromosikan invasi AS ke Irak pada 2003. Selama lebih dari 20 tahun ia terus memperingatkan bahwa Iran akan segera memiliki bom nuklir klaim yang selalu dibantah Teheran.

Bahkan pejabat pemerintahan Trump mengakui tidak punya bukti Iran mempersenjatai program pengayaan uraniumnya. Setelah AS menghancurkan fasilitas pengayaan utama Iran dalam perang 12 hari pada Juni lalu Netanyahu langsung bergeser ke isu baru yaitu rudal balistik Iran.

"Iran bisa memeras kota mana pun di Amerika," klaim Netanyahu dalam sebuah siniar pada Oktober lalu.

Ia menyebut Iran mengembangkan rudal antarbenua yang bisa mencapai Pantai Timur AS. Trump mengulang klaim tak berdasar ini dalam pidato kenegaraannya pekan ini.

Baca juga: Donald Trump Umumkan Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Militer Israel-AS di Teheran

Diplomasi yang Tersabotase Rakyat yang Terabaikan

Yang paling mencolok serangan ini justru terjadi di tengah kemajuan negosiasi antara AS dan Iran. Sepekan terakhir kedua pihak mengadakan tiga putaran perundingan yang difasilitasi Oman. Teheran bahkan menyatakan kesediaannya untuk mengizinkan inspeksi ketat atas program nuklirnya.

"Ini adalah keberhasilan bagi Netanyahu," tegas Jamal Abdi presiden National Iranian American Council.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Analis Nilai Serangan Trump ke Iran Lebih Untungkan Netanyahu, Bukan AS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!