INDOZONE.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Iran langsung merespons dengan sumpah balas dendam dan meluncurkan gelombang serangan baru ke sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menggunakan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia bahkan menyerukan rakyat Iran untuk bangkit dan mengambil alih kekuasaan dari rezim Ledakan dan Ketegangan di Berbagai yang berkuasa.
Baca juga: Ali Khamenei Tewas, Begini Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran
Ilustrasi perang nuklir yang akan terjadi di Perang Dunia III. (Freepik/stwul)
Di Teheran, ribuan warga turun ke jalan. Suara ledakan kembali terdengar di ibu kota Iran itu, sementara militer Israel menyatakan tengah menyerang sejumlah target strategis di pusat kota.
Pada waktu hampir bersamaan, laporan mengenai dentuman keras juga muncul dari Yerusalem, Riyadh, Dubai, Doha, dan Manama.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai “deklarasi perang terhadap umat Islam”.
Ia menegaskan bahwa Iran memiliki hak dan kewajiban untuk membalas para pelaku serta pihak yang dianggap sebagai dalang di balik serangan tersebut.
Baca juga: Donald Trump Tegaskan AS akan Serang Iran hingga Empat Pekan ke Depan
Pernyataan keras juga disampaikan oleh Ali Larijani, Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Ia mengatakan bahwa Iran akan memberikan “pelajaran tak terlupakan” kepada apa yang disebutnya sebagai penindas internasional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com