INDOZONE.ID - Dunia di tahun 2026 masih menyimpan banyak "bom waktu" berupa konflik antarnegara yang secara teknis belum berakhir.
Banyak dari konflik ini hanya tertahan oleh kesepakatan gencatan senjata yang rapuh, di mana peluru berhenti menyalak namun status hukum perang masih menggantung.
Berikut adalah daftar konflik antarnegara yang masih berada dalam status gencatan senjata atau "perang dingin" yang belum usai hingga saat ini:
Baca juga: Perang Iran Hari ke-41: Lebanon Berkabung, 254 Tewas dalam Sehari
1. Korea Selatan vs Korea Utara
Ini adalah konflik "abadi" yang paling ikonik. Sejak tahun 1953, kedua negara ini secara teknis masih dalam keadaan perang.
Garis Demarkasi Militer (DMZ) tetap menjadi salah satu perbatasan paling termiliterisasi di dunia. Di tahun 2026, eskalasi uji coba rudal oleh Utara dan latihan militer bersama Selatan-AS terus menjaga ketegangan di titik didih.
2. Rusia vs Ukraina
Meskipun intensitas pertempuran skala besar di beberapa front telah menurun dibandingkan tahun-tahun awal invasi, status hukum dan teritorial antara kedua negara ini belum menemui titik temu.
Berbagai kesepakatan gencatan senjata lokal sering kali dilakukan untuk koridor kemanusiaan. Namun perang secara keseluruhan belum dinyatakan berakhir melalui traktat internasional yang diakui kedua pihak.
Baca juga: Siapa Saja yang Tidak Boleh Diserang Saat Perang? Ini Aturan Internasionalnya!
3. Israel vs Lebanon
Hubungan antara kedua negara tetangga ini didasarkan pada permusuhan yang belum selesai sejak Perang Lebanon 2006.
Status konflik antara Israel dan Lebanon masih berada di bawah resolusi PBB 1701 yang mengamanatkan gencatan senjata. Namun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik dan secara teknis masih dalam status konflik.
4. India vs Pakistan
Kedua kekuatan nuklir di Asia Selatan ini telah terlibat dalam beberapa kali perang besar sejak pemisahan tahun 1947, dan hingga kini belum ada kata damai yang final.
Meskipun ada upaya normalisasi perdagangan secara sporadis, isu kedaulatan atas wilayah Kashmir tetap membuat kedua militer dalam posisi siaga satu.
5. Azerbaijan vs Armenia
Meskipun Azerbaijan telah mengambil kendali penuh atas wilayah Nagorno-Karabakh pada akhir 2023, perjanjian damai yang komprehensif dan permanen masih dalam proses negosiasi yang alot.
Status konflik antara Azerbaijan kontra Armenia berada di bawah pengawasan ditengahi oleh Rusia dan pihak internasional lainnya masih menjadi satu-satunya pelindung dari pecahnya konflik baru.
Gencatan senjata sering kali hanyalah cara bagi dunia untuk menarik napas sejenak, namun tanpa perjanjian damai yang adil, ia hanyalah jeda sebelum konflik berikutnya.
Di tahun 2026, kita diingatkan bahwa kedamaian sejati jauh lebih sulit dibangun daripada sekadar memerintahkan pasukan untuk berhenti menembak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan