INDOZONE.ID - Di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, nama Pulau Kharg mendadak jadi sorotan utama para analis militer dan ekonomi dunia.
Pulau yang mungkin terdengar asing bagi orang awam ini sejatinya adalah "keran" paling vital bagi napas ekonomi Teheran.
Mengapa pulau karang kecil di Teluk Persia ini disebut sebagai Achilles' heel (titik lemah) sekaligus benteng terkuat Iran? Yuk, kita bedah posisi strategis Pulau Kharg dalam kancah persaingan global!
Baca juga: Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan dengan Iran
Pulau Kharg bukan sekadar daratan di tengah laut. Pulau ini merupakan rumah bagi terminal ekspor minyak utama Iran yang menangani sekitar 90% hingga 95% dari total ekspor minyak mentah negara tersebut.
Infrastruktur Vital: Kharg dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan raksasa dan dermaga yang mampu menampung kapal tanker kelas dunia (Very Large Crude Carriers).
Keunggulan Geografis: Letaknya yang menjorok ke Teluk Persia memudahkan kapal-kapal tanker besar untuk merapat tanpa harus masuk terlalu jauh ke perairan dangkal daratan utama Iran.
Meskipun menjadi sumber kekayaan, konsentrasi fasilitas yang menumpuk di satu pulau kecil, yakni hanya sekitar 20 km persegi, menjadikannya target yang sangat empuk sekaligus mematikan.
Iran sendiri tidak memiliki alternatif terminal dengan kapasitas serupa. Jika fasilitas di Kharg lumpuh, jalur pendapatan utama negara tersebut praktis terputus seketika.
Dalam skenario konflik terbuka, melumpuhkan Kharg adalah cara tercepat bagi lawan untuk membungkam ekonomi Iran tanpa harus melakukan invasi darat secara masif.
Baca juga: Pengakuan Trump Soal Senjata ke Iran Picu Kontroversi
Sadar akan kerentanannya, Iran menjadikan Pulau Kharg sebagai salah satu tempat paling terlindungi di dunia.
Pulau Kharg sendiri dikelilingi oleh sistem pertahanan udara berlapis, mulai dari baterai rudal S-300 hingga sistem pertahanan lokal.
Pihak pemerintah Iran sering kali menggunakan posisi Kharg sebagai kartu gertakan, jika pulau ini diganggu, mereka mengancam akan menutup Selat Hormuz secara total.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera