INDOZONE.ID - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah secara resmi merilis jadwal lengkap haji 2026 atau bertepatan dengan musim haji 1447 Hijriah. Kepastian jadwal penyelenggaraan ini tertuang langsung dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 7 Tahun 2025.
Tahun ini, Kemenhaj membagi seluruh rangkaian pelaksanaan rukun Islam kelima ini ke dalam tiga tahapan krusial, yakni: fase masuk asrama dan pemberangkatan, fase puncak ibadah haji, serta fase pemulangan jemaah ke Tanah Air. Rangkaian panjang ini diproyeksikan akan memakan waktu sekitar empat bulan, terhitung sejak 21 April hingga kepulangan kloter terakhir pada 1 Juli 2026.
Bagi Anda para calon tamu Allah yang bersiap menuju Tanah Suci, menyimak rincian jadwal ini sangatlah penting agar persiapan fisik dan mental dapat dilakukan secara maksimal.
Baca juga: Cegah Aksi Tipu-Tipu, Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji 2026
Satu hal yang sempat menjadi kekhawatiran masyarakat luas adalah memanasnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Banyak pihak yang mempertanyakan apakah situasi ini akan berimbas pada penundaan ibadah haji.
Namun, kekhawatiran tersebut langsung ditepis oleh pemerintah. Dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada Rabu (7/4/2026), Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa hingga detik ini tidak ada status force majeure. Artinya, pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci (Mekkah dan Madinah) akan tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, eskalasi konflik di Timur Tengah memang memberikan dampak turunan berupa lonjakan harga bahan bakar minyak avtur dunia, yang berpotensi mengerek naik biaya penerbangan pesawat terbang. Menanggapi hal ini, pemerintah tengah menggodok skema terbaik agar beban biaya tersebut tidak merugikan jemaah.
Menteri Irfan Yusuf menyampaikan kabar melegakan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas. Presiden meminta agar segala bentuk potensi kenaikan biaya transportasi udara ini ditanggung atau dicarikan solusinya oleh negara, sehingga tidak membebani calon jemaah haji yang sudah melunasi kewajibannya.
"Pemerintah sudah mulai membahas ini dalam rapat terbatas beberapa hari lalu yang intinya Presiden Prabowo berharap apapun yang terjadi, kenaikan-kenaikan, jika terjadi kenaikan beliau minta tidak dibebankan kepada jemaah haji," tegas Irfan Yusuf di hadapan para wakil rakyat.
Penyelenggaraan haji tahun 2026 akan dibagi menjadi dua gelombang pemberangkatan untuk memastikan ketertiban dan kelancaran pergerakan ratusan ribu jemaah asal Indonesia.
Gelombang pertama akan diterbangkan dari Tanah Air menuju Madinah terlebih dahulu, sebelum bertolak ke Mekkah. Sementara itu, gelombang kedua akan diterbangkan dari embarkasi di Tanah Air langsung menuju Jeddah, untuk kemudian bergerak ke Mekkah. Kemenhaj menargetkan seluruh jemaah haji Indonesia sudah terkumpul di Tanah Suci paling lambat pada 21 Mei 2026.
Agar seluruh rangkaian ibadah dapat dipersiapkan dengan matang, berikut adalah rincian jadwal lengkap haji 2026 berdasarkan tahapan pelaksanaannya:
Fase ini merupakan titik awal perjalanan spiritual para jemaah. Seluruh calon jemaah haji diwajibkan memasuki asrama haji di masing-masing embarkasi sehari sebelum jadwal penerbangan.
Baca juga: Profil, Bisnis dan Kekayaan Haji Isam, Si Crazy Rich Kalsel yang Dulu Pernah Jadi Tukang Ojek
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kompas