Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 APRIL 2026 • 21:35 WIB

Sistem Pemerintahan Iran: Siapa Pemegang Otoritas Tertinggi?

Sistem Pemerintahan Iran: Siapa Pemegang Otoritas Tertinggi?Ilustrasi rudal iran. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)

INDOZONE.ID - Sistem pemerintahan Iran menarik dikupas karena memiliki presiden dan pemimpin tertinggi. Di tengah ketegangan Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel, menarik untuk tahu siapa pemegang otoritas tertinggi di negara tersebut?

Sistem pemerintahan Iran cukup unik. Bagaimana tidak, Iran tampak seperti pemerintahan berbasis teokrasi yang menempatkan kekuasaan tertinggi pada tuhan dan dijalankan oleh pemimpin agama atau lembaga keagamaan, tapi memiliki organ-organ tubuh demokrasi, seperti legislatif unikameral (Majlis), eksekutif (presiden), dan yudikatif yang diliputi oleh sistem keagamaan.

Supaya lebih paham sistem pemerintahan Iran, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Sistem Pemerintahan Iran

Sistem Pemerintahan Iran: Siapa Pemegang Otoritas Tertinggi?Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. (Majid Asgaripour/WANA via Reuters)

Pemimpin Tertinggi

Dalam sistem demokrasi, presiden merupakan kepala negara dan pemerintahan. Sebagai pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi, presiden memimpin pemerintahan, melaksanakan undang-undang, dan bertanggung jawab dalam menjaga keutuhan serta kesejahteraan bangsa.

Di Iran, otoritas tertinggi dimiliki oleh Pemimpin Tertinggi yang kini dijabat oleh Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei atau Mojtaba Khamenei.

Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Tercapai, Tapi Ketidakpastian Hormuz Masih Menghantui Teluk

Ia merupakan putra kedua dari Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya yang meninggal dunia karena serang AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026. Ia dipilih untuk menggantikan sang ayah oleh Majlis Ahli.

Kamu harus tahu, Majelis Ahli adalah badan yang terdiri dari 88 ahli hukum yang dipilih langsung dan secara konstitusional diamanatkan untuk mengawasi pemimpin tertinggi. Masa jabatan Majelis Ahli adalah delapan tahun.

Sementara itu, pemilihan Mojtaba Khamenei pun berdasarkan kriteria tertentu, yaitu ulama laki-laki dengan keahlian agama dan kompetensi politik, serta punya otoritas moral serta dan setia kepada Republik Islam.

Menurut Konstitusi Iran, kekuasaan pemimpin tertinggi meliputi penetapan kebijakan nasional dan pengawasan pelaksanaannya, serta memimpin angkatan bersenjata dan menunjuk kepala militer serta kepala Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan kepolisian. Dapat dikatakan, pemimpin tertinggi merupakan otoritas tertinggi di Iran.

Namun, wewenang pemimpin tertinggi tidak absolut. Majelis Ahli akan mengawasinya dalam komite rahasia. Lalu, ada juga batasan informal terhadap pemimpin tertinggi.

Meski begitu, pemimpin tertinggi juga menentukan arah politik Iran sekaligus sumber teladan. Tak ayal, arahan pemimpin tertinggi menentukan arah republik yang mencerminkan konsensus lebih luas di antara para elite. 

Presiden

Selanjutnya, ada presiden yang bertanggung jawab pada pemimpin tertinggi. Di Iran, presiden berperan sebagai kepala pemerintahan. Jabatan Presiden Iran kini diemban oleh Masoud Pezeshkian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: CFR

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sistem Pemerintahan Iran: Siapa Pemegang Otoritas Tertinggi?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!