Situasi Palestina, Maret 2025 setelah Israel kembali memberi serangan udara.
INDOZONE.ID - Israel kembali menyerang Gaza, Palestina pada Selasa 18 Maret 2025 melalui jalur udara.
Sebelumnya, Israel dan Palestina telah sepakat melakukan gencatan senjata sejak Januari 2025. Namun, Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, kini saling menuduh adanya yang melanggar perjanjian gencatan senjata.
Disebutkan oleh otoritas kesehatan Palestina, terdapat korban tewas lebih dari 400 orang akibat serang udara tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia memerintahkan serangan karena Hamas menolak proposal untuk memperpanjang gencatan senjata. Netanyahu juga meminta warga Gaza untuk mencari tempat yang lebih aman, dengan menuding Hamas bertanggung jawab atas setiap korban sipil.
Baca Juga: Israel Putus Aliran Listrik ke Gaza, Warga Makin Kesulitan Air Bersih
"Mulai sekarang, Israel akan bertindak melawan Hamas dengan kekuatan yang lebih besar. Dan mulai sekarang, negosiasi hanya akan berlangsung di bawah tembakan," katanya dalam pidato di markas militer Kirya di Tel Aviv, seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (20/3/2025).
Israel juga menyatakan bahwa serangan udara kali ini hanyalah permulaan dan akan mengirimkan serangan lebih besar.
Serangan Israel menghantam rumah-rumah dan kamp-kamp tenda dari utara hingga selatan Jalur Gaza. Saksi mata mengatakan sebuah pesawat tempur Israel menembakkan rudal ke Kota Gaza pada Selasa malam. Tank-tank Israel juga menembaki wilayah Gaza dari seberang perbatasan, menurut laporan saksi.
"Itu adalah malam yang mengerikan. Rasanya seperti hari-hari pertama perang," kata Rabiha Jamal, 65 tahun, seorang ibu lima anak dari Kota Gaza.
Warga di Beit Hanoun, Jalur Gaza utara, dan daerah timur Khan Younis di selatan dikabarkan telah banyak yang meninggalkan rumah mereka akibat adanya serangan ini.
Sebelumnya, Militer Israel disebut telah memerintahkan evakuasi warga sipil dari zona yang disebut sebagai 'wilayah pertempuran berbahaya'.
Tim negosiasi dari Israel dan Hamas berada di Doha, Qatar ketika para mediator berusaha menjembatani kesenjangan antara kedua pihak setelah berakhirnya fase pertama gencatan senjata. Terdapat 33 sandera Israel dan lima warga Thailand dibebaskan sebagai imbalan atas pembebasan sekitar 2.000 tahanan Palestina.
Israel berusaha mendapatkan kembali sandera yang tersisa dengan imbalan gencatan senjata hingga setelah bulan Ramadan dan perayaan Paskah Yahudi pada April 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters