INDOZONE.ID - Jepang membatalkan sedikitnya 120 penerbangan pada Jumat (26/6/2026) setelah dua badai tropis bergerak mendekati wilayah kepulauan tersebut.
Kondisi cuaca ekstrem memicu hujan deras, ancaman banjir, hingga tanah longsor, sehingga pemerintah setempat mengeluarkan imbauan evakuasi bagi ribuan warga di sejumlah daerah.
Badai Tropis Parah Mekkhala, yang sebelumnya berstatus topan sebelum melemah, membawa embusan angin hingga 144 kilometer per jam. Menurut badan prakiraan cuaca Jepang, hujan lebat telah mengguyur wilayah selatan dan barat negara itu sejak Jumat pagi.
Baca juga: Gempa 7,2 Magnitudo Guncang Jepang Utara, Tidak Timbulkan Kerusakan Besar
Mekkhala diperkirakan bergerak melewati wilayah Pulau Kyushu dan Shikoku sepanjang akhir pekan. Pada saat yang sama, Badai Tropis Higos juga bergerak di kawasan Samudra Pasifik menuju arah Jepang.
Jika kedua sistem cuaca tersebut saling mendekat, para ahli memperingatkan kemungkinan terjadinya Efek Fujiwhara, yakni fenomena ketika dua badai tropis saling berinteraksi.
Kondisi ini dapat mengubah jalur maupun kekuatan badai sehingga membuat proses prakiraan cuaca menjadi jauh lebih rumit.
Baca juga: Harga Beras di Jepang Akhirnya Turun Setelah 3,5 Tahun, Warga Mulai Merasakan Dampaknya
Dampak cuaca buruk langsung dirasakan sektor transportasi udara. Japan Airlines (JAL) bersama All Nippon Airways (ANA) membatalkan total 120 penerbangan yang melayani rute dari dan menuju wilayah selatan Jepang, terutama Okinawa dan Kagoshima.
Pembatalan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan penumpang dan kru penerbangan di tengah kondisi cuaca yang terus memburuk.
Pemerintah Prefektur Kyoto mengeluarkan peringatan evakuasi kepada beberapa ribu penduduk akibat meningkatnya risiko tanah longsor.
Rekaman yang disiarkan stasiun televisi nasional NHK memperlihatkan aliran sungai berwarna cokelat yang meluap dengan arus sangat deras melintasi kawasan tersebut.
Sementara itu, pemerintah daerah Kyoto dan Osaka melaporkan debit air sungai terus meningkat. Warga diminta tetap waspada karena ancaman banjir diperkirakan masih berlanjut selama cuaca ekstrem berlangsung.
Cuaca buruk juga mengganggu aktivitas industri manufaktur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters