INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, menyatakan Presiden Donald Trump punya banyak opsi jika kesepakatan dengan Iran gagal tercapai.
Rubio tidak merinci opsi apa yang dimiliki Trump tersebut. Itu menimbulkan pertanyaan perihal peluang AS menyerang Iran lagi jika kesepakatan gagal tercapai.
Namun, Rubio menyatakan bahwa Paman Sam tetap mengedepankan jalur diplomasi untuk menyelesaikan konflik dengan Iran.
“Presiden memiliki banyak opsi yang dapat ia gunakan. Jika Iran mengingkari janjinya, atau jika Iran memutuskan tidak ingin mencapai kesepakatan, mari kita berharap itu tidak terjadi. Kami tidak menginginkan hal tersebut. Kami akan memberikan setiap kesempatan bagi diplomasi untuk berhasil,” kata Rubio kepada para wartawan, dikutip dari Antara, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Donald Trump Tak Terima jika Iran Tetapkan Biaya Transit Maritim
Kamu harus tahu, konflik dengan Iran bermula dari serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Sementara itu, AS dan Iran telah menyetujui kesepakatan awal perdamaian. Awal baik ini ditandai dengan penandatanganan memorandum elektronik oleh Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada pekan lalu.
Penandatanganan ini diharapkan jadi awal baik yang mengakhiri perang antara AS-Israel dengan Iran.
Berdasarkan kesepakatan awal perdamaian ini, AS dan Iran akan berunding selama 60 hari dengan peluang perpanjangan demi tercapainya perdamaian. Nantinya, perundingan ini turut membicarakan program nuklir Iran dan sanksi internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara