Ilustrasi perang Amerika Serikat dengan Iran. (Sumber: Freepik)
INDOZONE.ID - Militer Amerika Serikat kembali menyerang fasilitas militer Iran, Jumat (26/6/2026) waktu setempat. Sasarannya ialah lokasi penyimpanan rudal dan drone, serta radar Iran.
Menurut Pusat Komando AS (CENTCOM), tindakan ini merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Presiden AS, Donald Trump, menyebut Iran meluncurkan empat serangan drone ke kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Salah satu Drone mengenai sebuah kapal kargo komersil.
Ia menyebut aksi Iran sebagai pelanggaran bodoh. Manuver militer Iran dianggap pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Baca juga: Jepang Batalkan 120 Penerbangan saat Dua Badai Tropis Mengancam, Ribuan Warga Diminta Mengungsi
Wakil Presiden JD Vance menyatakan "kekerasan akan dibalas kekerasan". Ia merupakan salah satu delegasi AS yang menyepakati perjanjian gencatan senjata dengan Iran pekan lalu.
"Jika mereka memiliki ketidaksepahaman tentang bagaimana MOU ini diterapkan, mereka bisa menghubungi kami," tulisnya di akun X.
Seorang pejabat AS menyebut serangan balasan AS tidak serta-merta menandai kembali dimulainya operasi militer skala besar.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan akan melakukan serangan balasan. Namun, hingga artikel ini ditayangkan, belum ada konfirmasi apakah ancaman tersebut benar-benar terealisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: