INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, disebut akan mengambil keputusan penting jika Iran menolak inspeksi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) terhadap fasilitas nuklir mereka.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyampaikan itu pada Selasa 23 Juni 2026. Menurut Rubio, Iran sudah mengetahui komitmen yang harus dijalankan.
"Apa pun situasi politik internal atau domestik mereka, saya rasa mereka akan menanganinya. Namung, kita tahu apa yang telah mereka sepakati untuk dilakukan dan kini mereka harus memilih untuk melaksanakannya atau tidak. Jika mereka menjalankannya, proses akan terus berlanjut. Jika tidak, Presiden Trump harus mengambil sejumlah keputusan," kata Rubio, dikutip dari Antara, Rabu (24/6/2026).
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, sebelumnya mengatakan IAEA sekarang belum memiliki rencana untuk memeriksa fasilitas nuklir pihak Teheran. Kamu harus tahu, karena konflik langsung dengan AS-Israel, fasilitas nuklir Iran mengalami kerusakan.
Baca juga: Senat AS Setujui Pembatasan Kewenangan Perang Donald Trump di Iran
Menariknya, pada Selasa 23 Juni 2026, Trump menyebut tidak ada kebutuhan mendesak bagi inspektur IAEA mendatangi Iran dalam waktu dekat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut akan dilakukan pada waktu yang tepat.
Sebelumnya, delegasi Iran dan Amerika Serikat diketahui telah menggelar pembicaraan di Burgenstock, Swiss, pada Minggu 21 Juni 2026. Negosiasi tersebut dimediasi oleh Qatar dan Pakistan.
Tim AS dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance dan delegasi Iran dipimpin Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Setelah pertemuan berlangsung, kedua pihak sama-sama mengklaim adanya kemajuan. Banyak pihak berharap pembicaraan ini berujung pada perdamaian.
Sehari kemudian, Baghaei menegaskan bahwa Iran akan tetap bekerja sama dengan IAEA sesuai prinsip-prinsip yang berlaku.
Sementara itu, Vance mengatakan inspektur IAEA bahkan bisa tiba di Iran paling cepat pada pekan ini. Tapi, waktu pastinya kunjungan tersebut belum diketahui hingga sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara