INDOZONE.ID - Pemerintah China berencana memperketat pengawasan terhadap industri layanan pesan-antar makanan dengan menerapkan aturan baru yang ditujukan untuk menekan praktik persaingan tidak sehat.
Langkah ini dilakukan setelah perang harga dan program subsidi besar-besaran dinilai berdampak negatif terhadap pelaku usaha, kurir, hingga stabilitas ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor layanan pesan-antar makanan menjadi salah satu pendorong konsumsi masyarakat di China. Namun, perlambatan ekonomi membuat persaingan antarplatform semakin ketat.
Otoritas pengawas pasar China menilai persaingan sengit antara perusahaan besar seperti Meituan dan Taobao Shangou milik Alibaba telah memicu perang harga yang berlebihan. Kedua perusahaan tersebut mempekerjakan jutaan kurir dan terus berlomba menarik pelanggan melalui berbagai program diskon serta subsidi.
Menurut regulator, praktik tersebut mendorong harga menjadi tidak wajar dan membuat volume pesanan meningkat secara artifisial.
Baca juga: Bos Pusat Penipuan Online di Kamboja Dipulangkan ke China, Diduga Terlibat Kejahatan Siber
Dalam rancangan aturan yang baru, pemerintah melarang platform menggunakan cara-cara tidak langsung untuk memaksa pedagang mengikuti program subsidi.
Salah satu praktik yang menjadi sorotan adalah pemberian atau pengurangan lalu lintas pengguna (traffic) sebagai alat tekanan kepada merchant agar ikut serta dalam promosi tertentu. Jika aturan ini disahkan, tindakan semacam itu tidak lagi diperbolehkan.
Regulator menegaskan bahwa keputusan mengikuti program promosi harus menjadi pilihan sukarela bagi para pelaku usaha.
Selain melindungi merchant, aturan baru juga bertujuan menjaga kesejahteraan para kurir.
Platform nantinya tidak boleh mengalihkan beban biaya subsidi kepada pedagang maupun pengemudi pengantaran. Pemerintah menilai praktik tersebut merugikan banyak pihak karena keuntungan perusahaan diperoleh dengan mengorbankan pelaku usaha kecil dan pekerja lapangan.
Menurut otoritas pasar China, kondisi ini pada akhirnya dapat menekan sektor ekonomi riil yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Rancangan regulasi tersebut saat ini masih dalam tahap konsultasi publik. Masyarakat dan pelaku industri diberi kesempatan menyampaikan masukan hingga 17 Juli mendatang sebelum aturan difinalisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: South China Morning Post