INDOZONE.ID - Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, tiba di China pada Sabtu (23/5/2026) untuk memulai kunjungan resmi selama empat hari.
Lawatan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan perang Iran yang kini menjadi perhatian utama dunia internasional.
Media pemerintah China melaporkan bahwa Sharif mendarat di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, namun belum ada penjelasan rinci mengenai agenda lengkap pertemuan antara kedua negara.
Baca juga: Iran Bantah Ada Rencana Pertemuan dengan AS di Pakistan
Meski demikian, isu konflik Timur Tengah diperkirakan akan menjadi salah satu pembahasan penting selama kunjungan tersebut.
Pemerintah China sebelumnya menyatakan bahwa Beijing dan Islamabad sama-sama memiliki kepentingan untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan kedua negara akan membahas berbagai persoalan yang menjadi perhatian bersama.
Baca juga: Putin dan Xi Tegaskan Hubungan China-Rusia Tetap Solid Usai Kunjungan Trump
Konflik Iran sendiri terus memanas sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Februari lalu.
Perang tersebut memicu gejolak besar di Timur Tengah dan berdampak pada ekonomi global, termasuk gangguan terhadap jalur distribusi energi dunia.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut proses negosiasi yang berlangsung dengan Iran berada di titik kritis antara tercapainya kesepakatan damai atau justru memicu serangan lanjutan.
China secara terbuka mendukung Pakistan untuk memainkan peran sebagai mediator yang netral dalam upaya menghentikan perang. Guo Jiakun menegaskan Beijing berharap Islamabad dapat membantu mempercepat pemulihan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
“China mendukung Pakistan untuk menjalankan peran mediasi yang adil dan seimbang demi mendorong perdamaian serta mengakhiri perang,” ujar Guo.
Dalam beberapa bulan terakhir, Pakistan memang mulai mengambil posisi penting dalam diplomasi kawasan. Negara itu sempat menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran pada bulan lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com