Kemeriahan Piala Dunia 2026 di Mexico City, Meksiko. (REUTERS/Quetzalli Nicte-Ha)
INDOZONE.ID - Keinginan untuk menyaksikan langsung kemeriahan Piala Dunia 2026 justru berakhir tragis bagi dua suporter asal China. Alih-alih menikmati atmosfer sepak bola terbesar di dunia, mereka malah menjadi korban perampokan bersenjata tidak lama setelah tiba di Mexico City, Meksiko.
Insiden tersebut terjadi ketika antusiasme masyarakat dunia sedang memuncak menyambut pertandingan pembuka Piala Dunia yang digelar di negara tersebut.
Kemeriahan Piala Dunia 2026 di Mexico City, Meksiko. (REUTERS/Quetzalli Nicte-Ha)
Ribuan wisatawan dari berbagai negara memadati ibu kota Meksiko untuk mendukung tim favorit mereka, tapi tidak semua pulang dengan membawa kenangan indah. Wang Kun dan Li Zhe, fans dari China, justru harus mengalami pengalaman buruk.
Baca juga: Meksiko Pangkas Tahun Ajaran Lebih Awal demi Piala Dunia 2026, Tuai Kritik dari Warga
Wang Kun dan Li Zhe tiba di Mexico City pada malam 10 Juni 2026. Setelah mendarat di Bandara Internasional Benito Juarez, mereka langsung menuju pusat kota menggunakan kendaraan.
Namun, di tengah perjalanan, dua pria bertopeng yang mengenakan helm menghadang kendaraan mereka. Dengan menodongkan senjata api, para pelaku memaksa kedua wisatawan tersebut menyerahkan seluruh barang berharga.
Dalam sebuah video yang kemudian diunggah ke media sosial, Wang mengaku itu merupakan pengalaman pertama dalam hidupnya menghadapi perampokan dengan ancaman senjata api.
Ia mengatakan laras pistol sempat diarahkan tepat ke kepalanya, membuat situasi menjadi sangat menegangkan. Ia tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan pelaku.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Mabes Polri Ingatkan Masyarakat soal Penipuan hingga Judi Bola
Tidak hanya uang tunai, para pelaku juga membawa kabur berbagai barang berharga milik korban. Mulai dari paspor, tas, laptop, hingga jam tangan mewah yang dikenakan Wang turut raib dalam aksi tersebut.
Kehilangan paspor membuat situasi makin rumit karena menyangkut dokumen penting selama berada di luar negeri.
Kerugian materi yang dialami kedua korban, diperkirakan cukup besar mengingat barang-barang mereka memiliki nilai tinggi.
Setelah video pengakuan Wang beredar, kisah mereka dengan cepat menjadi perhatian publik di China. Banyak media lokal memberitakan peristiwa tersebut, lalu warganet ramai memberikan berbagai tanggapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: South China Morning Post