Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 25 MEI 2026 • 07:05 WIB

Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 82 Orang, Dua Pekerja Masih Hilang

Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 82 Orang, Dua Pekerja Masih HilangPetugas penyelamat bekerja di lokasi setelah terjadi ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Kabupaten Qinyuan, Provinsi Shanxi, China, pada 23 Mei 2026. (Reuters)

INDOZONE.ID - Insiden memilukan ini terjadi di tambang Liushenyu yang berada di Kabupaten Qinyuan, Provinsi Shanxi, pada Jumat, (22/5/2026). 

Saat ledakan terjadi, sebanyak 247 pekerja diketahui sedang berada di bawah tanah.

Menurut laporan otoritas setempat, ledakan diduga dipicu oleh gas di dalam tambang. Pemerintah China pun langsung mengerahkan ratusan personel penyelamat ,untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban.

Keluarga Korban Menunggu Kabar dengan Cemas

Suasana haru menyelimuti area sekitar tambang pada Minggu, (24/5/2026). Sejumlah keluarga korban tampak berkumpul di pos pemeriksaan yang menutup akses menuju lokasi tambang, sambil menunggu kabar anggota keluarga mereka.

Salah satu pria yang berada di lokasi mengaku, belum bisa menghubungi sang kakak sejak ledakan terjadi. Ia mengatakan, kakaknya merupakan ayah dari tiga anak.

Teleponnya tidak bisa dihubungi sejak kejadian,” ujarnya sambil menahan kecemasan.

Pria tersebut juga mengaku, belum mengetahui penyebab pasti ledakan. Bahkan, kedua orang tuanya masih belum diberi tahu bahwa putra mereka termasuk dalam daftar korban hilang.

Baca juga: Putin dan Xi Tegaskan Hubungan China-Rusia Tetap Solid Usai Kunjungan Trump

Ditemukan Banyak Pelanggaran Keselamatan

Pemerintah China langsung membuka penyelidikan terkait tragedi tersebut. Hasil investigasi awal menunjukkan, adanya dugaan pelanggaran serius terhadap standar keselamatan kerja oleh perusahaan pengelola tambang, Tongzhou Group.

Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pemerintah CCTV, pejabat setempat menegaskan, pihak yang bertanggung jawab akan mendapat hukuman berat sesuai hukum yang berlaku.

Media pemerintah juga mengungkap, lebih dari setengah pekerja yang turun ke dalam tambang pada hari kejadian tidak tercatat secara resmi. 

Padahal, para pekerja seharusnya menjalani pemeriksaan pengenalan wajah, atau membawa kartu pelacak lokasi sebelum memasuki area tambang bawah tanah.

Seorang pejabat perusahaan bahkan disebut telah diamankan pihak berwenang, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca juga: Korban Tewas Akibat Hujan Lebat di China Naik Jadi 22 Orang, 20 Lainnya Masih Hilang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 82 Orang, Dua Pekerja Masih Hilang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!