INDOZONE.ID - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut kematian seniman Rusia Semyon Skrepetsky kemungkinan besar merupakan pembunuhan bermotif politik. Skrepetsky dikenal luas melalui karya-karya karikaturnya yang kerap menyindir Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam pernyataannya pada Rabu (17/6/2026), Tusk mengatakan seluruh indikasi yang ada mengarah pada dugaan pembunuhan politik.
Ia menambahkan, apabila terbukti aksi tersebut dilakukan atas perintah pihak Rusia, maka kasus ini akan memiliki dampak internasional yang sangat serius.
Baca juga: Putin dan Xi Tegaskan Hubungan China-Rusia Tetap Solid Usai Kunjungan Trump
Korban yang memiliki nama asli Robert Kuzovkov itu ditembak mati di wilayah timur Polandia pada Senin pagi.
Berdasarkan keterangan aparat setempat, pelaku yang belum teridentifikasi melepaskan tiga tembakan ke arah Skrepetsky menggunakan pistol. Setelah korban terjatuh, pelaku mendekat dan kembali menembakkan dua peluru dari jarak dekat.
Pemerintah Polandia mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka pernah menawarkan perlindungan keamanan kepada Skrepetsky. Namun tawaran tersebut ditolak oleh sang seniman.
Dalam perkembangan penyelidikan, dua warga negara Belarus sempat ditangkap terkait kasus tersebut. Meski demikian, keduanya kemudian dibebaskan dan hingga kini belum ada tersangka yang secara resmi ditetapkan. Otoritas Polandia menyatakan investigasi masih terus berlangsung.
Baca juga: Indonesia Berpeluang Kirim Kosmonot ke Rusia, Ini yang Dibahas Prabowo-Putin
Kasus ini berpotensi memperburuk hubungan antara Polandia dan Rusia yang selama beberapa tahun terakhir sudah berada dalam kondisi tegang.
Ketegangan semakin meningkat setelah sejumlah drone jatuh di wilayah Polandia pada musim gugur tahun lalu, insiden yang menurut Warsawa terkait dengan Moskow.
Skrepetsky dikenal sebagai seniman yang sering menghasilkan karya satir dengan kritik tajam terhadap tokoh-tokoh politik Rusia.
Selain Vladimir Putin, ia juga pernah mengangkat figur seperti pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin, tokoh oposisi Alexei Navalny, hingga pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov dalam karya-karyanya.
Salah satu karya yang paling dikenal publik adalah reinterpretasi ikon Ortodoks klasik. Dalam karya tersebut, Stalin digambarkan menggendong Putin, menggantikan citra tradisional Bunda Maria yang menggendong bayi Yesus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com