Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 JUNI 2026 • 10:20 WIB

AS dan Iran Capai Kesepakatan Akhiri Perang, Nasib Selat Hormuz Masih Belum Jelas

AS dan Iran Capai Kesepakatan Akhiri Perang, Nasib Selat Hormuz Masih Belum JelasKapal-kapal dan tanker yang melintas di Selat Hormuz, di lepas pantai Musandam, Oman, pada 18 April 2026. (Reuters/Stringer)

INDOZONE.ID - Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Kabar tersebut disampaikan oleh pejabat dari kedua negara pada Rabu (17/6/2026).

Kesepakatan damai ini menjadi titik balik penting setelah perang yang memicu ketegangan geopolitik dan mengguncang perekonomian global sejak akhir Februari lalu. 

Namun, meski perjanjian telah ditandatangani, masih terdapat tanda tanya mengenai kapan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz akan kembali dibuka secara penuh.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Gedung Putih menyatakan bahwa kesepakatan tersebut telah mulai berlaku. Salah satu poin utama dalam perjanjian tersebut adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Baca juga: AS dan Iran Makin Dekat Capai Kesepakatan Akhiri Konflik Timur Tengah

Selat Hormuz Jadi Kunci Stabilitas Pasar Energi

Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan global karena menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara. 

Gangguan yang terjadi di wilayah tersebut selama konflik berlangsung telah memicu kekhawatiran pasar dan menyebabkan ketidakpastian ekonomi di banyak negara.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pasti pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut. Kondisi ini membuat pelaku industri energi dan pasar keuangan internasional masih terus memantau perkembangan situasi.

Apabila Selat Hormuz kembali beroperasi secara normal, langkah tersebut diperkirakan akan membantu menstabilkan pasokan energi global sekaligus meredakan gejolak harga minyak yang sempat meningkat selama konflik berlangsung.

Baca juga: Paus Leo XIV Sambut Kesepakatan Baru AS-Iran, Harap Konflik Segera Berakhir

Konflik Bermula dari Serangan pada Februari

Perang antara Amerika Serikat dan Iran pecah setelah serangkaian serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap target-target di Iran pada akhir Februari 2026. 

Konflik yang kemudian berlangsung selama lebih dari tiga bulan itu menimbulkan dampak luas, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah tetapi juga terhadap ekonomi dunia.

Ketegangan yang meningkat menyebabkan gangguan pada rantai pasok energi internasional dan memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan jalur perdagangan di Teluk Persia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

AS dan Iran Capai Kesepakatan Akhiri Perang, Nasib Selat Hormuz Masih Belum Jelas

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!