Pemilu Hong Kong. (REUTERS/Vernon Yuen)
INDOZONE.ID - Hong Kong gelar pemilu legislatif pada Minggu (7/12/2025) di saat suasana masih berduka akibat kebakaran besar di Wang Fuk Court akhir November lalu.
Di tengah situasi politik Hong Kong yang penuh tekanan setelah berbagai perubahan sistem pemilihan, pemilu legislatif Hong Kong tahun ini dianggap sebagai momen penting untuk melihat apakah publik masih percaya terhadap sistem pemerintahan yang kini lebih dikendalikan Beijing.
Tingkat partisipasi pemilih kembali menjadi sorotan utama dalam pemilu legislatif Hong Kong. Pada pemilu sebelumnya, angka kehadiran hanya menyentuh 30 persen, terendah dalam sejarah kota tersebut.
Baca juga: Kebakaran Terburuk di Hong Kong dalam Hampir 80 Tahun, Korban Meninggal Meningkat Jadi 128 Orang
Kini, hingga menjelang siang, partisipasi baru mencapai 10,33 persen, sedikit lebih tinggi dari pemilu sebelumnya pada jam yang sama.
Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan di tengah tekanan politik dan duka warga.
“Suara anda membantu mendorong reformasi dan menjadi dukungan bagi para korban kebakaran,” katanya setelah memberikan suara.
Untuk meningkatkan partisipasi, pemerintah memutuskan untuk:
- Membuka TPS lebih awal
- Memperpanjang layanan kereta
- Mengajak perusahaan memberi karyawan setengah hari untuk memilih
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan antusiasme politik warga di tengah situasi politik Hong Kong yang berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Kampanye pemilu sempat dihentikan setelah tujuh gedung apartemen yang direnovasi di Tai Po terbakar hebat dan menewaskan lebih dari 150 orang. Peristiwa itu menjadi salah satu kebakaran paling fatal dalam sejarah Hong Kong.
Seorang penyintas bernama Poon berharap penyelidikan dilakukan secara transparan.
“Jika ada yang lalai, mereka wajib bertanggung jawab,” ujarnya.
Polisi telah menahan 15 pekerja konstruksi atas dugaan kelalaian. Selain itu, beberapa aktivis ditangkap karena menyerukan akuntabilitas pemerintah yang menandai bagaimana isu keselamatan kini ikut memengaruhi situasi politik Hong Kong saat pemilu legislatif berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: South China Morning Post