Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 MEI 2026 • 08:52 WIB

Prancis Tolak Ikut Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Ini Kata Macron

Prancis Tolak Ikut Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Ini Kata MacronPresiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan negaranya tidak ikut dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz, dalam KTT Komunitas Politik Eropa di Yerevan, Armenia, 4 Mei 2026. (Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS)

INDOZONE.ID - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan negaranya tidak ambil bagian dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.

Pada Minggu 3 Mei 2026, waktu setempat, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan Project Freedom yang bertujuan membebaskan kapal-kapal yang terblokir di Selat Hormuz.

Prancis Tolak Ikut Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Ini Kata MacronPenampakan Selat Hormuz pada 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer)

Operasi ini pun resmi dimulai pada Senin 4 Mei 2026. Operasi militer ini didukung kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan lan, platform nirawak multidomain, serta 15.000 personel, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM).

Namun, dalam KTT Komunitas Politik Eropa di Yerevan, Armenia, Senin 4 Mei 2026, Macron menyatakan Prancis tidak berpartisipasi dalam Project Freedom.

Baca juga: AS Sudah Tanggapi Proposal Perdamaian Iran, Apa Hasilnya?

“Kami tidak akan ikut serta dalam operasi bersenjata yang, menurut saya, belum memiliki kejelasan,” ujar Macron kepada wartawan, dikutip dari Antara, Selasa (5/5/2026).

Meski tidak ikut serta, Macron tetap menyerukan terciptanya kesepakatan antara Iran dan AS sehingga Selat Hormuz kembali dibuka.

Menurutnya, cuma kesepakatan antara Iran dan AS yang bisa menjamin pelayaran di Selat Hormuz bisa berjalan seperti sedia kala.

Semua Pihak Tunggu Akhir Perang AS-Israel dengan Iran

Perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Iran. Bahkan, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan pertama AS-Israel kepada pihak Teheran.

Baca juga: Supertanker Iran Tembus Blokade AS, Menuju Perairan Indonesia di Tengah Ketegangan Diplomatik

Posisi Ali Khamenei pun digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.

Iran tidak tinggal diam saja dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran menyerang balik wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Gencatan senjata dua pekan telah diberlakukan sejak 7 April lalu, tapi itu tidak akan berarti tanpa ada perdamaian. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Prancis Tolak Ikut Operasi Militer AS di Selat Hormuz, Ini Kata Macron

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!