Ilustrasi kapal tanker di Selat Hormuz. (REUTERS/Stringer REFILE)
INDOZONE.ID - Sebuah supertanker milik Iran dilaporkan berhasil menembus blokade laut Amerika Serikat dan kini bergerak menuju perairan Indonesia, di tengah dinamika negosiasi antara kedua negara.
"Sebuah supertanker milik Perusahaan Tanker Iran Nasional (NITC) yang membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah (dengan nilai hampir 220 juta dolar AS), berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan mencapai kawasan Timur Jauh," kata TankerTrackers, dikutip Minggu (3/5/2026).
Kapal yang teridentifikasi sebagai “HUGE” (9357183) tersebut sebelumnya terpantau di pesisir Sri Lanka lebih dari sepekan lalu, sebelum melanjutkan perjalanan melalui Selat Lombok menuju Kepulauan Riau.
Tanker ini juga diketahui tidak memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret saat berlayar dari kawasan Selat Malaka menuju Iran.
Baca juga: Donald Trump Tolak Proposal Iran, AS Pertahankan Blokade di Selat Hormuz
Pergerakan kapal ini terjadi di tengah upaya diplomatik Iran yang menetapkan tenggat satu bulan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait pembukaan kembali akses maritim, penghentian blokade laut, serta upaya mengakhiri konflik di kawasan.
Iran disebut telah mengajukan proposal berisi 14 poin yang direvisi kepada Amerika Serikat, dengan fokus pada akses maritim, penghentian blokade, dan gencatan senjata berkelanjutan. Tahap lanjutan negosiasi juga akan mencakup isu program nuklir dalam periode berikutnya.
Menanggapi situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan masih akan melihat perkembangan lebih lanjut.
"Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan hal jahat, tapi sekarang kami akan lihat. Hal itu bisa terjadi, tentu saja," kata Presiden AS Donald Trump.
Baca juga: Iran Klaim Bakal Ada Konflik Baru dengan Amerika Serikat, Apa Penyebabnya?
Ia juga menyebut telah menerima gambaran awal dari proposal Iran dan akan mempelajarinya lebih lanjut.
"Mereka telah menyampaikan kepada saya tentang konsep kesepakatannya. Mereka akan menyampaikan pernyataan persisnya saat ini," kata Trump.
Di sisi lain, Trump juga menyampaikan kritik terhadap Iran melalui media sosial, sekaligus menyebut langkah blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai bagian dari kebijakan yang menurutnya tetap bersahabat.
Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik di kawasan masih berlangsung, dengan pergerakan energi global dan negosiasi politik berjalan beriringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA