INDOZONE.ID - Iran mengajukan proposal untuk membuka blokade Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Akan tetapi, Presiden AS, Donald Trump, menolak proposal Iran tersebut, menurut laporan Axios.
Trump memilih untuk tetap melakukan blokade di Selat Hormuz, untuk menekan Iran sehingga tidak melanjutkan lagi proyek nuklirnya.
Trump bahkan menilai blokade di Selat Hormuz lebih efektif ketimbang perang terbuka dengan bom. Ia menilai Iran sedang terkecik.
"Blokade ini sedikit lebih efektif dibandingkan pengeboman. Mereka sedang tercekik," kata Trump, dikutip dari Antara, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Peringatan Donald Trump ke Iran: Gak Lagi Lunak soal Nuklir!
Trump juga menyatakan, bahwa kondisi bisa menjadi lebih buruk lagi bagi Iran seiring bertambah lamanya blokade di Selat Hormuz.
"Ini akan menjadi lebih buruk bagi Iran,” jelasnya.
Trump mengklaim Iran sedang mencari cara untuk menyudahi blokade AS di Selat Hormuz, yang merupakan jalur maritim paling aktif dengan pengaruh besar terhadap pasokan energi global.
Sementara itu, ada sumber mengatakan, bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menyusun rencana serangan udara untuk mengatasi kebuntuan diplomatik jika Iran tidak mengalah.
Menurut sumber itu juga, Trump belum memberikan otorisasi untuk tindakan militer tersebut.
Perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Iran. Bahkan, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan pertama AS-Israel kepada pihak Teheran.
Posisi Ali Khamenei pun digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.
Iran tidak tinggal diam saja dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran menyerang balik wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara