Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 24 MARET 2026 • 08:20 WIB

Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Teluk Usai Ultimatum Trump

Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Teluk Usai Ultimatum TrumpGaris-garis cahaya menerangi langit saat upaya pencegatan dilakukan di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, terlihat dari Tel Aviv, Israel, pada 23 Maret 2026. (Reuters/Amir Cohen)

INDOZONE.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melontarkan ancaman keras terhadap negara-negara Teluk.

Ancaman ini muncul sebagai respons atas ultimatum Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menekan Teheran untuk membuka kembali jalur vital Selat Hormuz.

Ultimatum 48 Jam dari AS

Pemerintah AS memberikan tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia.

Jika tidak dipatuhi, Washington mengancam akan menyerang jaringan listrik Iran, termasuk pembangkit listrik utama.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu malam, yang langsung meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih luas di kawasan.

Baca juga: Iran Ancam Serang Infrastruktur AS dan Israel, Ketegangan di Timur Tengah Kian Memanas

Iran Balas Ancam Infrastruktur Vital

Menanggapi ultimatum tersebut, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energinya akan dibalas dengan serangan terhadap fasilitas vital milik AS dan sekutunya di kawasan Teluk.

Target yang dimaksud tidak hanya mencakup fasilitas energi, tetapi juga instalasi teknologi informasi dan pabrik desalinasi air. Ancaman ini sangat serius, mengingat banyak negara Teluk sangat bergantung pada teknologi desalinasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Di beberapa negara seperti Bahrain dan Qatar, hampir seluruh pasokan air minum berasal dari proses tersebut. Sementara di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, sebagian besar kebutuhan air juga bergantung pada fasilitas serupa.

Risiko Besar bagi Kawasan Teluk

Serangan terhadap infrastruktur listrik di Iran mungkin berdampak signifikan, tetapi dampaknya bisa jauh lebih besar bagi negara-negara Teluk. Konsumsi listrik per kapita di kawasan ini sangat tinggi, terutama untuk menjaga kota-kota di tengah gurun tetap layak huni.

Jika fasilitas listrik dan desalinasi terganggu, krisis air dan energi bisa terjadi secara bersamaan, sebuah skenario yang berpotensi memicu kekacauan besar di kawasan.

Baca juga: Iran Buka Peluang Kapal Jepang Melintas di Selat Hormuz

Selat Hormuz Jadi Titik Panas

Iran juga menegaskan bahwa Selat Hormuz dapat ditutup sepenuhnya jika pembangkit listriknya diserang.

Jalur ini sangat strategis karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati wilayah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Teluk Usai Ultimatum Trump

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!