Drone Shahed milik Iran. (Reuters)
INDOZONE.ID - Drone Shahed-136 merupakan senjata andalan Iran dalam melawan eskalasi militer Amerika Serikat dan Israel. Laporan di lapangan menyebut drone murah ini membuat kewalahan AS-Israel sejak konflik di Timur Tengah memanas.
Menurut perkiraan, produksi satu unit Shahed-136 mulai dari 20 ribu sampai 50 ribu dolar AS atau sekira Rp336 juta hingg Rp840 juta. Harga ini jauh lebih hemat ketimbang meluncurkan rudal balistik atau rudal jelajah yang bernilai jutaan dolar AS per unitnya.
Dalam perang modern, drone ini tak hanya dipakai oleh Iran. Rusia juga menggunakan drone ini secara masif untuk menyerang Ukraina. Namun, militer Rusia mengubah nama drone ini menjadi Geran-2.
Kehadiran drone Shahed-136 ini memunculkan pertanyaan terkait asal usul Iran bisa mengembangkan drone murah tapi efektif saat situasi perang.
Untuk itu, artikel ini akan membahas asal mula kehadiran Shahed-136 dan pengembangannya.
Jatuhnya drone RQ-170. (dok. TWZ)
Pada 5 Desember 2011, militer Iran mengumumkan berhasil menembak jatuh drona atau pesawat tak berawak milik AS bernama RQ-170. Iran mengklaim, terpaksa menembak drone itu karena terbang di wilayah udara timur, dekat perbatasan Afghanistan dan Pakistan.
AS mengatakan, drone itu dioperasikan oleh Central Intelligence Agency dan tengah menjalankan misi di perbatasan Afghanistan–Iran. Drone itu juga diduga memata-matai fasilitas nuklir milik Iran.
Jatuhnya RQ-170 memicu ketegangan antara AS dan Iran. Pada 9 Desember 2011, Iran mengadu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena AS telah melanggar perbatasan dengan masuk ke wilayah tanpa izin.
Pada 12 Desember 2011, militer AS meminta Iran untuk mengembalikan drone RQ -170. Namun pihak Iran menolak mentah-mentah permintaan AS.
Pejabat Iran menegaskan bahwa tidak ada negara yang mau mengembalikan alat mata-mata yang masuk ke wilayahnya.
Bahkan Menteri Pertahanan Iran saat itu, menyindir AS yang meminta drone dikembalikan tanpa menyampaikan permintaan maaf karena memasuki negaranya secara diam-diam.
Drone RQ-170 AS yang ditembak Iran. (dok. Iranian State Media)
Setelah menolak permintaan AS, militer Iran mulai melucuti teknologi yang ada di RQ-170. Sejumlah ahli drone Iran dilibatkan untuk meretas sistem enkripsi yang ada di RQ-170.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia, TimesofIndia