Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 21 MARET 2026 • 17:07 WIB

Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer Iran, AS Longgarkan Sanksi Minyak

Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer Iran, AS Longgarkan Sanksi MinyakPresiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengisyaratkan kemungkinan mengakhiri operasi militer terhadap Iran. 

Isyarat ini muncul di tengah langkah pemerintahannya yang mulai melonggarkan sebagian sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Kebijakan ini diambil untuk meredam tekanan krisis pasokan energi global.

Dalam pernyataannya pada Jumat 20 Maret 2026, waktu setempat, Trump menyebut bahwa AS hampir mencapai tujuan militernya di kawasan Timur Tengah.

Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer Iran, AS Longgarkan Sanksi MinyakPresiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengepalkan tangan di Bandara Internasional Palm Beach, Florida, 13 Maret 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Ia mengatakan pemerintahannya tengah mempertimbangkan untuk “mengurangi intensitas” operasi militer yang telah berlangsung sejak akhir Februari.

Amerika Serikat sudah sangat dekat dengan pencapaian target. Kami sedang mempertimbangkan untuk mulai mengakhiri upaya militer besar ini,” tulis Trump melalui media sosialnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling kuat sejauh ini bahwa konflik yang dimulai pada 28 Februari berpotensi segera mereda.

Baca juga: Sempat Lontarkan Kritik karena Enggan Bantu AS, Donald Trump Sebut NATO Kini Lebih Baik

Serangan Iran Berlanjut, Ketegangan Meningkat

Di sisi lain, Iran justru meningkatkan serangannya. Gelombang baru drone dan rudal diluncurkan ke sejumlah wilayah, termasuk Arab Saudi dan Israel.

Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengklaim negaranya telah memberikan “pukulan telak” kepada musuh-musuhnya.

Serangan juga menyasar infrastruktur energi di kawasan Teluk. Kilang minyak besar di Kuwait dilaporkan sempat terbakar akibat serangan drone, sementara fasilitas gas penting di Qatar sebelumnya juga menjadi target.

Tidak hanya itu, ketegangan meluas ke berbagai wilayah. Israel melancarkan serangan ke Beirut yang menargetkan kelompok Hezbollah, sementara Turki mengecam serangan Israel di Suriah sebagai eskalasi berbahaya.

Baca juga: Mantan Direktur FBI James Comey Dipanggil Paksa, Jadi Target Investigasi Pemerintahan Trump

Harga Minyak Melonjak, Dunia Khawatir

Konflik ini turut berdampak besar pada pasar energi global. Iran disebut-sebut menghambat jalur strategis Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer Iran, AS Longgarkan Sanksi Minyak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!