Tentara Israel di masjid Al-Aqsa. (photo/REUTERS/Ammar Awad)
INDOZONE.ID - Sejumlah pejabat Israel bersama kelompok pemukim ilegal Israel dengan perlindungan polisi, menyerbu dan melakukan provokasi terhadap Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Merespons kejadian itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, pun buka suara. Ia menyatakan kejadian itu memperkeruh keamanan dan memperparah ketegangan antara pemukim Israel dengan masyarakat Palestina.
Menlu Sugiono bicara soal penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Hal itu diungkapkan Menlu Sugiono usai bertemu dengan Menlu Belarusia, Maxim Ryzhenkov, di Kantor Kemlu, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
“Kami melihatnya sebagai pelanggaran status quo yang membuat situasi semakin rumit,” kata Sugiono, dikutip dari ANTARA, Selasa (5/8/2025).
Baca juga: Pemukim Ilegal Israel Berencana Serbu Komplek Masjid Al Aqsa
Menurut Sugiono, semua pihak semestinya menghormati kesepakatan hingga tradisi di Masjid Al-Aqsa, sehingga tak ada eskalasi ketegangan yang terjadi.
Sebelumnya, pejabat dan para pemukim sayap kanan Israel, pimpinan otoritas keamanan nasional, Itamar Ben-Gvir, merangsek masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa.
Mereka melakukan untuk beribadah di sana, pada Minggu 3 Agustus 2025. Nah, tindakan mereka merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan selama beberapa dekade, yaitu orang Yahudi boleh berkunjung ke situs tersebut, tapi tidak beribadah.
Baca juga: Inggris Siap Akui Negara Palestina, Kecuali Israel Setuju Gencatan Senjata
Via media sosial (medsos), Ben-Gvir tampak dirinya di situs suci umat Islam dengan para pemukim Yahudi dengan polisi Israel. Mereka pun menyanyi dan menari di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa sejak beberapa waktu lalu.
Dilaporkan Anadolu, berdasarkan otoritas wakaf pengelola kompleks Masjid Al-Aqsa, ada lonjakan pelanggaran sejak Ben-Gvir menjabat pada akhir 2022.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA