Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 27 JULI 2025 • 15:14 WIB

Kapal Bantuan Handala Diserang dan Disita Israel di Laut Internasional, 21 Aktivis Ditahan

Kapal Bantuan Handala Diserang dan Disita Israel di Laut Internasional, 21 Aktivis DitahanKapal Freedom Flotilla berlayar melintasi Eropa untuk membangun dukungan bagi rakyat Palestina Kapal Freedom Flotilla berlayar melintasi Eropa untuk membangun dukungan bagi rakyat Palestina. (Sumber: Google/ Freedom Flotilla Official Website)

INDOZONE.ID - Sabtu (26/7/2025) waktu setempat, kapal sipil Handala yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza diserang dan disita oleh militer Israel saat berada di perairan internasional, sekitar 40 mil laut dari Gaza.

Dalam insiden tersebut, 21 aktivis kemanusiaan yang berada di atas kapal ditahan. Seluruh jalur komunikasi kapal juga diputus secara paksa. Tak hanya itu, kamera pengawas kapal pun dimatikan oleh pasukan Israel pada pukul 23:43 waktu EEST, membuat koneksi Handala sepenuhnya terputus dari dunia luar.

Kapal Handala merupakan bagian dari misi Freedom Flotilla, koalisi internasional dari 20 negara yang berkomitmen menyalurkan bantuan ke Gaza. Mereka menegaskan bahwa tindakan Israel ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum laut internasional, karena kejadian terjadi di perairan netral, bukan wilayah Israel maupun Palestina.

Isi Kargo: Susu Bayi, Obat, hingga Popok

Berlayar dari pelabuhan Gallipoli, Italia, kapal Handala membawa muatan bantuan seperti susu formula bayi, makanan, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya. Semua kargo bersifat sipil dan dirancang untuk langsung disalurkan ke warga Gaza yang saat ini tengah menghadapi kelaparan massal dan krisis medis akut akibat blokade berkepanjangan.

Misi ini juga bertujuan untuk menembus blokade ilegal Israel atas Gaza yang selama ini menghambat masuknya bantuan penting bagi penduduk sipil.

Baca juga: 21 Anak Meninggal Akibat Kelaparan, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

21 Aktivis Ditahan, Termasuk Jurnalis dan Anggota Parlemen

Di antara 21 orang yang ditahan oleh militer Israel, tercatat ada tenaga medis, relawan kemanusiaan, anggota parlemen dari berbagai negara, serta dua jurnalis dari media internasional Al Jazeera. Hingga kini, kondisi mereka masih belum diketahui secara pasti.

“Israel tidak memiliki otoritas hukum untuk menahan warga sipil internasional di kapal Handala. Ini bukan yurisdiksi mereka,” tegas Ann Wright, anggota komite pengarah Freedom Flotilla.

Ia menyebut tindakan Israel sebagai bentuk penahanan sewenang-wenang yang melanggar hukum internasional dan mendesak pembebasan seluruh awak kapal.

Bukan Serangan Pertama

Ini bukan kali pertama Freedom Flotilla menjadi sasaran. Dalam satu tahun terakhir, sudah tiga kali misi mereka diserang Israel:

  • Mei 2025: Drone Israel menjatuhkan bom ke kapal bantuan Conscience di perairan Eropa, menyebabkan empat orang terluka dan kapal rusak total.
  • Juni 2025: Kapal Madleen disita secara ilegal, 12 warga sipil termasuk anggota Parlemen Eropa diculik.
  • Juli 2025: Serangan brutal terhadap kapal Handala.

Semua insiden ini terjadi di wilayah laut internasional, memperkuat tuduhan bahwa Israel melanggar hukum maritim global dalam upaya mencegah bantuan masuk ke Gaza.

Kritik Terhadap Skema Bantuan Udara Israel

Sementara itu, pemerintah Israel mengklaim telah memfasilitasi pengiriman bantuan melalui ‘jeda kemanusiaan’ dan pengiriman udara. Namun, banyak pihak menilai pendekatan tersebut tidak cukup.

Para ahli dan pejabat PBB menyebut skema tersebut tidak efisien, mahal, dan bahkan berbahaya, karena menjatuhkan bantuan dari udara rawan tidak sampai ke tangan warga yang membutuhkan dan bisa memicu kerusuhan atau cedera.

Baca juga: Israel Izinkan Negara Asing Jatuhkan Bantuan dari Udara ke Gaza

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera, Anadolu Ajansi, Freedom

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kapal Bantuan Handala Diserang dan Disita Israel di Laut Internasional, 21 Aktivis Ditahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!