Paus Leo berharap memorandum AS-Iran segera akhiri perang. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
INDOZONE.ID - Paus Leo XIV berharap memorandum kesepahaman (MoU) baru antara Amerika Serikat dan Iran dapat benar-benar menghentikan perang. Dalam pernyataannya pada Selasa (16/6/2026) waktu setempat, Paus Leo mendorong kedua pihak untuk terus mengedepankan dialog dibanding kembali ke arena peperangan.
Menurut laporan Vatican News, Paus menyambut baik perkembangan diplomatik terbaru antara AS dan Iran. Ia mengatakan bahwa setidaknya kini telah ada memorandum yang dijadwalkan untuk ditandatangani secara resmi pada Jumat mendatang.
"Masih ada beberapa poin yang perlu disepakati lebih lanjut, tetapi selalu lebih baik menyelesaikannya melalui dialog dan negosiasi daripada kembali ke perang," ujar Paus.
Baca juga: Paus Leo XIV: Perang AS-Israel vs Iran Bukan Perang yang Adil, Serukan Perang Dihentikan
Pemimpin Gereja Katolik itu berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi titik balik yang menghentikan perang. Paus menegaskan, perdamaian harus menjadi tujuan utama demi kepentingan seluruh umat manusia di dunia.
"Saya berharap memorandum ini benar-benar menjadi solusi bagi perang, bahwa perang benar-benar berakhir dan kita dapat melangkah maju demi kebaikan bersama. Hilangkan senjata nuklir, carilah kebaikan bagi semua bangsa, dan temukan solusi atas berbagai persoalan ekonomi maupun sosial yang muncul selama masa konflik ini," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Paus Leo juga menyoroti isu migrasi. Ia kembali menyerukan pentingnya menghormati martabat manusia serta mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi terhadap para pengungsi dan orang-orang yang terpaksa meninggalkan negaranya.
Menurutnya, banyak orang gagal memahami alasan di balik perpindahan paksa yang dialami jutaan warga dunia. Faktor seperti kekerasan, perang, dan konflik menjadi penyebab utama mereka meninggalkan tanah kelahiran.
"Banyak orang terpaksa pergi karena kekerasan, perang, dan konflik. Karena itu, sekadar mengatakan 'usir mereka dan anggap masalah selesai' bukanlah respons yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani. Kita harus menghormati mereka sebagai manusia dan memperlakukan mereka dengan penuh rasa hormat," tegasnya.
Paus juga mengaitkan persoalan migrasi dengan perdebatan yang berkembang di Eropa menyusul berbagai kebijakan terbaru terkait migrasi. Ia meminta pemerintah di berbagai negara untuk lebih fokus pada solusi yang berlandaskan kemanusiaan, dialog, dan solidaritas.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran mengumumkan bahwa kedua negara telah mencapai memorandum kesepahaman yang bertujuan mengakhiri perang yang disebut dipicu oleh operasi militer AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Kesepakatan tersebut juga mencakup kewajiban pasukan Israel untuk meninggalkan wilayah Lebanon.
Baca juga: Paus Leo XIV Desak Negara-negara Dunia Perlambat Pengembangan Kecerdasan Buatan
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan itu telah ditandatangani dan Selat Hormuz akan kembali dibuka sepenuhnya pada Jumat. Namun, pihak Teheran menegaskan bahwa memorandum tersebut baru dijadwalkan untuk ditandatangani secara resmi di Jenewa, Swiss, pada Jumat mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu Ajansi