Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Evan Vucci)
INDOZONE.ID - Presiden Amerika SerikAt (AS), Donald Trump, berharap Selat Hormuz akan kembali dibuka menyeluruh untuk pelayaran komersial pada Jumat 19 Juni 2026.
Harapan ini muncul usai AS dan Iran mencapai kesepakatan awal soal perdamaian pada Senin 15 Juni 2026. Sebagaimana diketahui, AS-Israel dan Iran terlibat konflik bersenjata sejak akhir Februari 2026.
Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)
"Saya kira banyak hal luar biasa yang akan terjadi di kawasan Timur Tengah, yang paling penting adalah harga minyak turun signifikan dan pasar saham melesat naik seperti roket hari ini," kata Trump saat duduk bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron saat pertemuan bilateral mereka sebelum Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh (KTT G7) dimulai di Evian-les-Bains, Prancis, dikutip dari Antara, Selasa (16/6/2026).
Namun, pendapat berbeda justru diberikan oleh seorang pejabat senior AS. Berbicara di hadapan media saat Trump berpidato, pejabat senior AS itu menilai kecil peluang kondisi Selat Hormuz bisa normal dalam dua pekan.
Baca juga: Trump Umumkan Kesepakatan AS-Iran Segera Ditandatangani, Selat Hormuz akan Dibuka Lagi
Sementara itu, Trump menyatakan daftar nota kesepahaman dengan Iran akan dirilis dalam waktu dekat setelah Jumat 19 Juni 2026. Rencananya, AS dan Iran akan meresmikan kesepakatan itu di Swiss.
Dalam nota kesepahaman antara AS dan Iran itu, Trump menambahkan pelayaran global tanpa pungutan biaya di Selat Hormuz. Selain itu, ia juga tidak mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran hingga memenuhi kewajibannya.
Sehari setelah mengumumkan kesepakatan awal dengan Iran, Trump menegaskan bahwa paling penting adalah pihak Teheran tidak punya senjata nuklir.
Sementara itu, pejabat senior AS menyatakan daftar kesepakatan damai tersebut telah ditandatangani oleh Trump, Wakil Presiden (Wapres) J.D. Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf sebagai perwakilan pihak Teheran.
Dalam kesepakatan damai itu, diterangkan Selat Hormuz akan dibuka selama 60 hari tanpa pungutan biaya. Pihak AS berharap itu akan jadi bagian dari perjanjian akhir dengan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara