Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 17 JUNI 2026 • 09:18 WIB

Skenario Teror Targetkan Gedung Putih dengan Serangan Drone dan Sniper Digagalkan FBI

Skenario Teror Targetkan Gedung Putih dengan Serangan Drone dan Sniper Digagalkan FBIGedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat (AS). (REUTERS/Ken Cedeno)

INDOZONE.ID - FBI menggagalkan skenario teror skala besar yang mengincar sejumlah tokoh penting. Sebanyak lima orang yang diduga terlibat telah ditangkap. 

Mereka berencana melakukan aksinya saat gelaran UFC di Gedung Putih, Minggu (14/6/2026) lalu. 

Kegiatan itu diperkirakan dihadiri sekitar 4.300 di Halaman Selatan Gedung Putih. Sementara itu, 85.000 orang lainnya menonton di sekitar lokasi.

"Rencana serangan telah digagalkan sepenuhnya," tulis Direktur FBI Kash Patel di media sosial pada hari Selasa (16/6/2026). Para pelaku ditangkap dalam operasi lintas negara bagian. 

Mereka ialah Tycen C Proper (19 tahun) dan Bryan Omar Roa (24 tahun) yang  ditangkap di Ohio; Michael Alan Thomas (32 tahun) di California; Daniel K Eskridge (32 tahun) di Missouri; serta Abraham Hermosillo Alvarez (31 tahun) di Nebraska.

Baca juga: Donald Trump Harap Selat Hormuz Dibuka Jumat Ini, tapi …

Pelaku, menurut pernyataan Departemen Kehakiman, didakwa atas konspirasi melakukan pembunuhan. Kelimanya merencanakan serangan menggunakan pesawat tanpa awak bermuatan bahan peledak.

Plot serangan dibuat dalam dua tahap. Pertama, pelaku akan menggunakan drone untuk memicu kepanikan dan mengarahkan kerumunan ke satu lokasi. 

Kedua, tim sniper sudah bersiap untuk menembak orang-orang yang berada di lokasi yang sudah ditentukan. 

Skenario itu terbongkar karena kegelisahan Ibu dari salah satu tersangka Tycen C Proper. Ia khawatir dengan pembelian senjata api dalam jumlah besar yang dilakukan putranya. 

Baca juga: Nonton Piala Dunia 2026 Berujung Petaka, 2 Suporter China Jadi Korban Perampokan Bersenjata di Meksiko

Ia makin resah setelah mengintip riwayat komunikasi online Proper dengan kelompok yang mengklaim beranggotakan mantan anggota militer berbasis Kristen. 

Ia segera menghubungi penegak hukum setempat pada 10 Juni 2026, beberapa hari sebelum gelaran UFC berlangsung. Penyidik kemudian menemukan pesan terenskripsi yang menghubungkan proper dengan pelaku lain. 

Dalam dokumen dakwaan,mereka diduga "mengekspresikan sentimen ultra-religius dan antipemerintah". Kelompok tersebut diduga ingin "memulai" revolusi dengan menembak "target bernilai tinggi".

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Skenario Teror Targetkan Gedung Putih dengan Serangan Drone dan Sniper Digagalkan FBI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!