Bendera Palestina berkibar di London, Inggris. (REUTERS/Toby Melville)
INDOZONE.ID - Aura positif tengah menyelimuti perjuangan Palestina. Bagaimana tidak, makin banyak negara yang akan mengakui kedaulatan Palestina sebagai negara.
Rasa optimistis itu disampaikan oleh Duta besar Palestina untuk Austria, Salah Abdel Shafi, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB di New York, Amerika Serikat (AS), pada Rabu 30 Juli 2025, waktu setempat.
Dukungan untuk Palestina di London, Inggris. (REUTERS/Isabel Infantes)
Dalam KTT tersebut, Shafi turut menyoroti dua hal, yaitu makin banyaknya negara yang mengakui Palestina dan tambah besarnya tekanan terhadap Israel.
"Pertama, (kami berharap) semakin banyak negara akan terus mengakui Negara Palestina," kata Duta Besar yang juga menjadi pengamat tetap Palestina untuk PBB di Wina, Austria itu, dikutip dari ANTARA, Kamis (31/7/2025).
Baca juga: Dukungan Son Heung-min pada Palestina Bikin Media Israel Kepanasan
"Kedua, (kami berharap) akan meningkatnya tekanan terhadap Israel, termasuk melalui sanksi dan pembatasan perdagangan, supaya Israel mengizinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza,” jelasnya.
Ia pun menegaskan, bahwa kedua hal tersebut harus terjadi dalam kondisi gencatan senjata.
Sementara itu, solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina dapat diwujudkan dengan peran KTT di New York.
Shafi berpendapat, bahwa makin banyak negara yang mengakui Palestina, memperbesar peluang tercapainya solusi dua negara.
"Selanjutnya, tenggat pelaksanaan 15 bulan telah ditetapkan. Kemudian, mekanisme pengawasan lanjutan telah didirikan. Semua ini berperan terhadap proses yang dilakukan," ucapnya.
Shafi berpesan, komunitas internasional harus bertindak untuk menyelamatkan solusi dua negara yang tak disukai oleh Israel.
Baca juga: Deretan Selebriti Dunia yang Akhirnya Buka Suara Soal Isu Kelaparan di Gaza, Palestina
"(Rezim Israel) melakukan apapun untuk mengubur solusi dua negara. Oleh karena itu, komunitas internasional tentu harus bertindak untuk menyelamatkannya, karena tidak ada alternatif lagi di luar solusi tersebut," tutur Shafi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA