INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan sikap negaranya terkait konflik Rusia-Ukraina.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut bahwa AS akan segera mengirim tambahan senjata ke Ukraina. Langkah ini diambil untuk membantu Ukraina menghadapi serangan yang terus dilancarkan oleh Rusia.
Pernyataan Trump soal bantuan militer ke Ukraina ini disampaikan langsung di Gedung Putih pada Senin (8/7/2025) waktu setempat. Menurutnya, Ukraina saat ini berada dalam situasi yang sangat genting.
Baca juga: Trump Ancam Tarif Bea Masuk Tambahan 10% bagi Negara Pendukung BRICS, Indonesia Kena Imbas?
“Ukraina sedang diserang habis-habisan. Mereka butuh bantuan untuk mempertahankan diri. Karena itu, kami akan kirim lebih banyak senjata. Ini adalah langkah yang perlu dilakukan,” ujar Trump di hadapan awak media.
Dalam pernyataan tersebut, Donald Trump juga menegaskan bahwa bantuan senjata AS untuk Ukraina menurut Trump bersifat defensif atau pertahanan.
Meski sebelumnya ia sempat menyebut rudal Patriot sebagai salah satu kebutuhan Ukraina, kali ini ia tidak merinci jenis persenjataan yang akan dikirim.
Baca juga: Trump Catat Kemenangan Besar, RUU Andalannya Resmi Disetujui Kongres
Saat makan malam bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Trump kembali menegaskan sikapnya. "Kami akan mengirimkan lebih banyak senjata, terutama untuk pertahanan. Ukraina benar-benar membutuhkannya saat ini,” katanya.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyampaikan bahwa dirinya telah berbicara dengan Trump pada Jumat (5/7/2025).
Dalam pertemuan via telepon itu, kedua pemimpin membahas tentang peningkatan kemampuan pertahanan udara Ukraina, termasuk produksi bersama alat pertahanan hingga investasi pertahanan.
Zelenskyy mengatakan, Ukraina saat ini sangat membutuhkan rudal Patriot untuk melindungi kota-kotanya dari serangan udara Rusia yang semakin intens.
Pernyataan ini semakin mempertegas posisi Donald Trump dukung Ukraina di tengah situasi konflik yang memanas.
Sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran dari pihak Ukraina terkait keputusan Amerika Serikat yang menunda sebagian pengiriman senjata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Washington Post