Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 21 SEPTEMBER 2024 • 18:33 WIB

Angka Pernikahan di Indonesia Turun: Siapkan Mental Kamu, Supaya Siap Nikah dan Gak Gampang Cerai!

Angka Pernikahan di Indonesia Turun: Siapkan Mental Kamu, Supaya Siap Nikah dan Gak Gampang Cerai!Ilustrasi pasangan pengantin baru yang memegang bunga. (Freepik/Chevanon)

INDOZONE.ID - Angka pernikahan di Indonesia turun, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024. Pada 2023, jumlah pernikahan di Indonesia hanya 1.577.255, atau turun 128.000 ketimbang tahun sebelumnya.

Jumlah pernikahan pada 2023 pun jadi yang terendah dalam sedekade terakhir. Meski begitu, angka perceraian pun turun pada tahun lalu, yakni hanya 463.654 kasus. Angka itu lebih rendah daripada tahun sebelumnya, yakni 516.344 kasus.

Angka Pernikahan di Indonesia Turun: Siapkan Mental Kamu, Supaya Siap Nikah dan Gak Gampang Cerai!Ilustrasi pasangan yang tengah melakukan pernikahan (freepik)

Lantas apa yang membuat Angka pernikahan di Indonesia turun? Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Bagong Suyanto Drs. MSi., pun buka suara.

Menurutnya, penurunan angka pernikahan itu muncul karena perempuan makin independen karena kesempatan mereka untuk belajar dan bekerja terbuka lebar di era modern.

“Angka itu turun karena kesempatan perempuan untuk sekolah dan bekerja semakin terbuka lebar. Di samping itu, ketergantungan perempuan juga menurun,” kata Bagong.

Baca Juga: Motif Perampok Taksi Online Wanita di Tol JORR Terungkap: Lunasi Utang Biaya Pernikahan

Selain itu, ketersediaan pria mapan secara ekonomi pun tidak banyak. Itu turut mempengaruhi penurunan angka pernikahan di Indonesia dalam sedekade terakhir, menurut Bagong.  

“Keberadaan laki-laki mapan juga makin berkurang karena sekarang mencari pekerjaan semakin sulit,” jelasnya. 

Penurunan angka pernikahan yang terjadi dalam jangka panjang, bisa mengakibatkan berkurangnya jumlah kelahiran di Indonesia. Akan tetapi, itu tidak membuat fenomena penurunan angka pernikahan sebagai fenomena tidak wajar.

“Fenomena ini hal yang wajar, konsekuensi yang tidak terhindarkan,” ujar Bagong. 

Dia menyatakan, penurunan angka pernikahan harus dipastikan berdampak positif bagi pemberdayaan perempuan dan masyarakat.

Baca Juga: Fenomena 'Marriage Is Scary' yang Viral: Wajah Pernikahan dari Perspektif Mata Generasi Kekinian

“Menurunnya angka pernikahan itu wajar. Tidak ada yang harus diperbaiki. Tapi, yang penting memastikan hal ini berdampak positif untuk memberdayakan perempuan dan masyarakat,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id, Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Angka Pernikahan di Indonesia Turun: Siapkan Mental Kamu, Supaya Siap Nikah dan Gak Gampang Cerai!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!