Hamas dan Hizbullah. (Dok. Gemini Ai)
INDOZONE.ID - Membahas dinamika Timur Tengah sering kali membuat kita bertemu dengan dua nama besar, yakni Hizbullah dan Hamas.
Meski keduanya kerap muncul dalam satu narasi sebagai perlawanan terhadap Israel, mencampuradukkan keduanya adalah kekeliruan besar.
Biar kamu nggak salah kaprah, yuk kita bedah perbedaan mendasar antara kedua faksi ini, mulai dari ideologi, wilayah, hingga alasan mengapa keduanya menjadi target utama Israel.
Baca juga: Hamas Minta Iran Tidak Menyerang Negara Tetangga di Tengah Perang Timur Tengah
Ini adalah perbedaan paling fundamental yang sering terlewatkan.
Hizbullah adalah kelompok berbasis Islam Syiah. Mereka memiliki ikatan ideologis dan spiritual yang sangat kuat dengan konsep Wilayat al-Faqih di Iran.
Hamas merupakan gerakan Islam Sunni. Secara historis, Hamas merupakan cabang dari Ikhwanul Muslimin di Palestina.
Meskipun memiliki perbedaan aliran, keduanya dipersatukan oleh satu musuh bersama yaitu Israel, dan dukungan dari Iran dalam apa yang sering disebut sebagai "Poros Perlawanan".
Baca juga: Israel Mulai Serang Hizbullah di Pinggiran Selatan Beirut
Keduanya bergerak di "halaman" yang berbeda total secara geografis.
Hizbullah memiliki basis yang sangat besar di Lebanon Selatan dan Beirut. Mereka bukan sekadar milisi, tapi juga partai politik resmi yang punya kursi di parlemen dan menteri di kabinet pemerintahan Lebanon.
Sementara Hamas berbasis di Jalur Gaza, Palestina. Sejak 2007, Hamas adalah otoritas de facto yang memerintah dan mengelola seluruh aspek kehidupan di Gaza, mulai dari keamanan hingga layanan publik.
Jika diibaratkan liga sepak bola, keduanya berada di divisi yang berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: