Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
INDOZONE.ID - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran di Timur Tengah akan terhenti selama dua pekan.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengumumkan gencatan senjata tersebut. Ia turut mengatakan, bahwa Selat Hormuz akan segera terbuka.
"Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir, di mana mereka meminta saya untuk menahan mengirim angkatan penghancur ke Iran dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, maka saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah," kata Trump di platform Truth Social, dikutip dari Antara, Rabu (8/4/2026).
Donald Trump menjelaskan, bahwa AS menyetujui usulan gencatan senjata karena telah mencapai semua tujuan militer dalam perang terhadap Iran.
Baca juga: Pengakuan Trump Soal Senjata ke Iran Picu Kontroversi
"Kami juga telah mencapai tahap yang sangat jauh terkait kesepakatan yang definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah," ujar presiden AS itu.
Sebelumnya, Donald Trump sempat mengancam akan menghancurkan Iran dan peradabannya dalam semalam. Presiden AS itu mengungkapkannya di platform Truth Social.
“Seluruh peradaban bisa hilang malam ini dan tidak akan pernah kembali lagi,” tulis Trump.
Pada 30 Maret 2026, Donald Trump juga telah memberi ancaman kepada Iran. Jika kesepakatan damai tidak tercapai dengan Iran, ia mengatakan akan meledakkan dan melenyapkan semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi milik pihak Teheran.
Trump kembali mengulang ancamannya terhadap Iran, pada Minggu 5 April 2026, jika pihak Teheran tetap menutup jalur perairan strategis Selat Hormuz untuk pihak agresor dan yang terkait dengannya.
Ancaman-ancaman itu adalah bagian dari perang AS-Israel dengan Iran yang telah terjadi sejak 28 Februari 2026. Perang ini dimulai dengan serangan AS-Israel ke pihak Teheran.
Baca juga: Pede Banget, Donald Trump Klaim Bisa Hancurkan Iran dalam Semalam
Iran membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Aksi saling serang ini membuat situasi di Timur Tengah memanas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara