INDOZONE.ID - Polres Metro Depok angkat suara terkait pengakuan peneror bom ke 10 sekolah di Depok yang mengaku menjadi korban pemerkosaan dan sudah melapor ke polisi. Polisi membantah hal tersebut.
"Tidak benar (korban pemerkosaan)," kata Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).
Baca juga: Momen Natal 2025, 16.078 Warga Binaan Dapat Remisi Hingga PMP
Made menyebut jika pelaku peneror bom hanya mengarang cerita terkait pemerkosaan dan laporan polisi.
"Pelakunya hanya mengarang cerita saja," tuturnya.
Di sisi lain, berkaitan dengam pemeriksaan pemilik email dengan nama Kamila Hamdi, dia sendiri membantah mengirim teror via email tersebut.
Baca juga: Intip Suasana Gereja Katedral Jelang Misa Natal, Polisi Sampai Banser Standby
"Iya bukan dia yang melakukan itu semua," katanya.
Diberitakan sebelumnya, aksi teror bom via email dikirim ke 10 sekolah yang ada di Kota Depok pada Selasa, 23 Desember 2025 kemarin. Polri langsung mengerahkan tim Gegana untuk melakukan penyisiran.
Hasilnya, tidak ditemukan bom yang dimaksut. Disisi lain, isi dari email tersebut salah satunya pelaku mengaku menjadi korban pemekosaan dan sudah melaporkan ke polisi, namun tidak ditanggapi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan